BUNGARAYA (RIAUSKY.COM)- Kelompok Kuliah Kerja Nyata Bangun Kampung Universitas Riau melaksanakan kegiatan demo masak di Kampung Langsat Permai, Kecamatan Bungaraya, kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Kegiatan demo memasak ini dilaksanakan salah satunya dalam upaya pemenuhan kecukupan gizi keluarga, khususnya dalam upaya penanggulangan stunting.
Kelompok yang dibimbing oleh dosen pembimbing lapangan Edy Ervianto beranggotakan ketua kelompok Farhan Arba Alit dengan anggota kelompok, Rizki Riyanto, Rara Claudia Kusumaning Tyas, Mayang Sari, Sofia Ulin Nuha, Anggi Nur Fadilah Lubis, Karti Hasmi Ria Utami, julpika Anggistina, dan Aisha Safira.
Sebagaimana diketahui, stunting adalah kondisi ketika tinggi badan anak lebih pendek daripada standar usianya akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat hamil atau anak pada masa pertumbuhannya.
Berdasarkan data WHO, suatu negara dikatakan mengalami masalah stunting bila jumlah kasusnya berada di atas 20%.
Sementara itu, berdasarkan data tahun 2018, jumlah kasus stunting di Indonesia adalah sebanyak 30,8%, atau tiga dari sepuluh anak Indonesia.
Oleh karena itu, stunting masih menjadi masalah yang harus segera ditangani.
Penyebab utama stunting adalah malnutrisi dalam jangka panjang (kronis).

Kekurangan asupan gizi, ini bisa terjadi sejak bayi masih di dalam kandungan karena ibu tidak mencukupi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
Selain itu, anak yang kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi selama masa tumbuh kembangnya juga bisa mengalami stunting.
Oleh karena itu mahasiswa kuliah kerja nyata bangun kampung Universitas Riau menyelenggarakan acara demo masak yang bertemakan.
“Mewujudkan Masyarakat dengan Lingkungan Sehat di Kampung Langsat Permai” yang diadakan diperpustakaan cerdas kampung Langsat Permai atas saran dan usulan dari ibu PKK sekaligus ibu penghulu kampung Langsat Permai.
Acara demo masak tersebut dilaksanakan atas persetujuan dan tanda tangan dari bidan desa setempat dan diikuti juga oleh seluruh ibu-ibu yang memiliki balita, ibu penghulu kampung, ibu kader posyandu, ibu pkk, anggota kkn dari kelompok lain dalam satu kampung, serta masyarakat setempat lainnya.
Kuliah kerja nyata bangun kampung Universitas Riau menyelenggarakan demo masak dengan dua menu yang berbeda yaitu menu pertama abon lele, dan menu yang kedua yaitu nugget tahu.
Kukerta bangun kampung Universitas Riau selain melakukan demo masak atau mempraktekkan pembuatan makanan bergizi juga melakukan sosialisasi mengenai manfaat yang terkandung dalam ikan lele karna memiliki nutrisi sebagai berikut ini. Protein 16,38 gram, lemak 2.8 gram, kolesterol 58 mg, natrium 43 mg, vitamin D 12,50 mcg, kalsium 14 mg, zat besi 0,30 mg, kalium 358 mg, folat 10 mcg, fosfor 209 mg, vitamin B1 0,210 mg, riboflavin atau vitamin B2 0,072 mg, vitamin B3 1,093 mg, vitamin B12 2,23 mcg yang baik bagi pertumbuhan balita.(*)