Gunakan Mantel Hujan, Warga Gotong Royong Malam Hari Timbun Kubangan Lumpur Sepanjang 1 Kilometer di Jalan Torganda Pekanbaru

Rabu, 30 Agustus 2023 | 01:11:37 WIB
Warga melakukan perbaikan jalan Torganda Parit Indah secara swadaya di tengah guyuran hujan pada Selasa (29/8/2023) malam hari tadi.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)-  Ketika sebagian besar warga sedang menikmati udara sejuk  dikarenakan hujan yang mengguyur sebagian wilayah Kota Pekanbaru. Sejumlah warga di Jalan Torganda, Parit Indah  Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukitraya  Pekanbaru berjuang memperbaiki jalan di pemukiman mereka yang sudah beberapa hari terakhir menjadi kubangan lumpur.

Mereka menimbun genangan lumpur dengan batu pecah agar warga di sekitar kawasan tersebut tetap bisa beraktivitas keesokan harinya.

Dengan mengenakan plastik pelindung anti hujan berwarna merah dan biru, mereka terlihat tetap penuh semangat mengangkut karung-karung goni berisikan batu pecah. Padahal, saat itu sudah pukul 22.30 WIB malam hari.

''Kebetulan, kami ada dapat bantuan batu pecah di salah satu rumah sakit. Itu yang kami timbun di badan jalan ini. Karena kalau tak ditimbun, besok pasti warga yang hendak melintas pada pagi hari rawan untuk terjatuh atau terpeleset,''ungkap Rio, salah seorang tokoh pemuda setempat.

''Kenapa dilakukan pada malam hari, saat semua orang beristirahat, itu karena kita warga juga pada siang hari harus bekerja, sehingga malam hari ini lah yang kami pikir bisa melakukan gotong royong. Hanya warga yang bisa saja,'' imbuh dia.

Ali anwar, salah seorang pengurus RT setempat mengungkapkan, kondisi Jalan Torganda ini, setiap musim penghujan sudah pasti seperti ini. Menjadi kubangan lumpur. Karena, akses jalan ini hanya beralaskan tanah liat alias tanah lempung.

''Ketika panas, mungkin bisa keras, tapi kalau hujan, karena minim campuran kerikil, akan mudah lembek dan menjadi kubangan lumpur,'' ungkap dia.

Budi, Sekretaris RT setempat mengungkapkan, jalan Torganda ini adalah satu-satunya jalan terparah yang ada di tengah kota Pekanbaru. Padahal, jalan ini sudah ada semenjak 29 tahun yang lalu.

Berbagai macam cara telah dilakukan warga untuk bisa memperjuangkan peningkatan kualitas jalan yang terletak di RT005 RW005 Kecamatan Simpang Tiga ini.

''Tapi Alhamdulillah sampai hari ini kondisinya masih seperti ini. Kami tak mengerti mengapa jalan ini tidak dilakukan perbaikan oleh pemerintah,'' jelas dia.

Dia juga menjelaskan, tahun ini warga memang hanya menunggu kebijakan pemerintah, karena, sebelumnya, Sekdako Pekanbaru, Indra Pomi Nasution saat berkunjung ke daerah ini sudah menjanjikan akan menjadikan peningkatan kualitas jalan Torganda ini sebagai prioritas.

''Sebelumnya, Pak Indra Pomi menjanjikan tahun ini akan diperbaiki. Doa kami pun begitu, mudah-mudahan tahun ini bisa direalisasikan. Karena, jujur, kasihan warga. Di sini ada ratusan kepala keluarga menetap, ada puluhan anak-anak yang harus pergi ke sekolah,  tapi akses jalannya sangat buruk dan memprihatinkan. Sangat tak layak untuk berada di pusat kota Pekanbaru yang sudah demikian maju,'' imbuhnya.

Dia pun berharap agar pemerintah kota Pekanbaru maupun pemerintah Provinsi Riau memberikan porsi yang layak untuk daerah-daerah seperti di Jalan Torganda maupun di RT005 RW005 pada umumnya yang kondisi jalan lingkungannya sangat memprihatinkan.

''Kepada siapa lagi kami mau mengadu? tentunya kepada Pak Wali Kota dan Pak Gubernur. Karena itu, kami harapkan kepedulian dan prioritas programnya untuk daerah yang minim dukungan fasilitas ini. Bayangkan saja, bagaimana kalau ada warga kami yang sakit pada malam hari, lantas kondisi jalan seperti ini, berlumpur dan tanpa akses penerangan. Ojek ataupun taksi online pun tak berani masuk ke tempat kami pada malam hari, Bukan cuma karena jalannya gelap dan minim penerangan, kondisi jalannya juga rusak parah karena penuh lubang bergelombang dalam,'' beber dia.

Selama ini semuanya yang berkaitan dengan perbaikan jalan, lampu jalan, pengangkutan sampah,  dilakukan secara swadaya oleh warga.

Dia berharap, dengan apa yang dilakukan warga ini, akan bisa membuka kepedulian semua pihak untuk menjadikannya sebagai prioritas program yang harus dibenahi.

''Segan kami sebenarnya, di daerah lain, yang jauh lebih ke pelosok, jalannya sudah mulus, padahal penghuninya tak pula seberapa. Tapi di kawasan kami yang notabenya masih di tengah kota dan banyak penduduknya, jalannya masih berupa tanah merah, tanpa penerangan jalan dan kondisinya rusak parah. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini bisa membuka mata hati pemerintah,'' harap dia.(*)

Terkini