PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat kinerja sektor akomodasi masih terjaga pada Maret 2026. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat sebesar 40,25 persen.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, menyebutkan bahwa capaian tersebut menunjukkan tingkat hunian yang tetap stabil.
“TPK sebesar 40,25 persen ini berarti dari seluruh kamar yang tersedia, sekitar 40 sampai 41 persen kamar terjual setiap malamnya,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Meski secara bulanan sedikit terkoreksi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 41,46 persen, namun secara tahunan kinerja hotel berbintang menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Jika dibandingkan dengan Maret 2025 yang sebesar 31,24 persen, terjadi kenaikan sebesar 9,01 poin. Ini menunjukkan adanya perbaikan kinerja sektor akomodasi di Riau,” jelas Asep.
Berdasarkan klasifikasi, hotel bintang 3 mencatat tingkat hunian tertinggi pada Maret 2026 dengan TPK sebesar 47,38 persen. Hal ini menunjukkan segmen tersebut masih menjadi pilihan utama bagi wisatawan.
Selain itu, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel berbintang juga masih berada pada kisaran ideal. Pada Maret 2026, RLMT tercatat sebesar 1,26 malam.
“Rata-rata tamu, baik asing maupun domestik, menginap selama 1 sampai 2 malam. Ini mencerminkan aktivitas kunjungan yang tetap berjalan,” kata Asep.
Secara rinci, tamu asing tercatat memiliki lama menginap lebih panjang, yakni rata-rata 2,22 malam atau sekitar 2 hingga 3 malam. Sementara itu, tamu domestik rata-rata menginap selama 1,25 malam.
Jika dilihat berdasarkan kelas hotel, rata-rata lama menginap tamu asing terlama terjadi pada hotel bintang 2 dengan durasi 3,25 malam. Sementara tamu domestik paling lama menginap di hotel bintang 3 dengan rata-rata 1,29 malam.
Asep menambahkan bahwa data ini menunjukkan dinamika yang sehat dalam sektor perhotelan di Riau.
“Kondisi ini mencerminkan bahwa permintaan terhadap jasa akomodasi masih terjaga, dengan tren tahunan yang terus menunjukkan perbaikan,” pungkasnya.