PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Provinsi Riau siap mendukung pengalokasian minyak goreng Minyakita untuk PT Sarana Pangan Madani (SPM).
Dukungan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindagkop Provinsi Riau, Taufik OH saat menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pekanbaru Mahyuddin, Direktur PT Sarana Pembangunan Pekanbaru Imam Zamroni dan Direktur PT Sarana Pangan Madani (SPM) Khoirul.
Dikatakan Taufik, sesuai dengan kewenangan yang ada, pihaknya siap untuk mendukung pengalokasian Minyakita kepada perusahaan daerah milik Pemko Pekanbaru itu dalam pendistribusian Minyakita di Kota Pekanbaru.
''Sesuai dengan pengajuan PT SPM, sebanyak 20 ton, kita akan sinergikan bersama dengan produsen untuk bisa dialokasikan melalui BUMD yang ada di Kota Pekanbaru,'' ungkap Taufik.
Dia berharap, dengan didistribusikan oleh BUMD ini, hendaknya bisa mendukung pada distribusi dan stabilisasi harga komoditas pangan, khususnya Minyakita di Kota Pekanbaru.
''Kita hanya mengingatkan, karena ini pengajuannya adalah distributor, jadi hendaknya jangan berlaku sebagai pengecer. SPM harus menyiapkan juga kios-kios pangannya di kecamatan-kecamatan, sehingga pendistribusiannya juga bisa merata,'' ungkap Taufik dalam pertemuan tersebut.
Selain itu, Taufik juga mengingatkan agar SPM juga bisa menyiapkan infrastruktur maupun administrasi yang berkaitan dengan pengajuan SPM sebagai salah satu distributor di Kota Pekanbaru.
Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan (DKP) Pekanbaru, Mahyuddin mengungkapkan, Pemerintah Kota memang berharap bisa mendapatkan dukungan untuk peran BUMD SPM dalam mendistribusian Minyakita di Tengah Masyarakat.
Nantinya, SPM akan mendistribusikan lagi kepada kios-kios pangan yang ada di tengah masyarakat, sehingga bisa memastikan ketersediaan dan stabilisasi harga.
''Dalam konteks ini, karena sudah ada reguluasinya, maka yang terpenting adalah bagaimana harga Minyakita bisa sesuai dengan Harga Eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah,'' ungkap Mahyuddin.
Tentu saja, yang menjadi priorias penekanan adalah pada daerah-daerah rentan.
Dia juga menjelaskan, nantinya, dalam pelaksanaan penyaluran, pihaknya juga akan meminta PT SMP untuk mengisi aplikasi yang akan digunakan untuk memantau ketersediaan dan stok Minyakita di kios-kiosnya.
Dengan demikian, jelas Mahyuddin, nantinya, selain mudah untuk diawasi, juga akan membantu pemerintah dalam mendapatkan stok di masyarakat, termasuk kaitannya dengan necara bahan pangan, khususnya Minyakita.
Dengan terdata secara aplikasi ini juga, sebut Mahyuddin, itu nantinya akan membantu Dinas ketahanan Pangan khususnya dalam mengecek kondisi ketersediaan di tengah masyarakat.
''Di mana yang terjadi kekosongan stok, disana nantinya kita akan intervensi lewat program, apakah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) ataupun Mobil Pak AMAN,'' jelas dia.
Tampak mendampingi Kadis Perindagkop Provinsi Riau, Kabid Perdagangan Teti Nurdianti juga Kabid Sarana dan Prasarana dan Pemberdayaan Industri.(R06)