PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Provinsi Riau termasuk salah satu dari 10 daerah yang paling banyak mengendapkan dana di bank. Totalnya diperkirakan mencapai Rp2,867 triliun.
Pemprov Riau membenarkan tentang hal tersebut. Namun bukan sengaja diendapkan, melainkan akan terserap menjelang akhir tahun.
Hal tersebut diungkapkan Asisten II Setdaprov Riau Masperi kepada wartawan, Kamis, 3 Agustus 2016.
Masperi yang ikut mendampingi Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di Jakarta guna mengikuti pengarahan Presiden RI Joko Widodo, menyatakan anggaran yang tersimpan di bank hanya bersifat sementara dan akan dikeluarkan untuk pembayaran kontrak proyek.
"Dana kita Rp2,8 trilun yang saat ini kita simpan di bank memang benar. Itu untuk pelaksanaan APBD 2016, terutama berkaitan untuk belanja modal," kata Masperi, Kamis, 4 Agustus 2016.
Sesuai arahan Presiden Jokowi, dana yang mengendap di bank kiranya segera dipergunakan untuk pembangunan demi menggerakan perekonomian dimasyarakat. Menurut Masperi, dana yang tersimpan di bank itu diperkirakan mulai terserap untuk pembayaran kontrak proyek pada Agustus hingga September nanti.
Diperkirakan selama dua bulan ke depan sebesar Rp1,2 triliun. Sisanya Rp1,6 triliun lagi akan dilanjutkan pencairannya pada bulan berikutnya hingga Desember sebesar Rp1,5 triliun lebih.
Sebenarnya ungkap Masperi, dari Rp2,8 triliun yang ada di bank tersebut sudah menyusut bilangannya andai saja rekanan kontraktor mau mengambil pembayaran termen satu dan dua, setelah SPK ditandatangani. Namun karena tidak diambil, sehingga dana tersimpan itu pun tak bergerak yang akhirnya memengaruhi serapan realisasi yang saat ini baru 2,7 persen, sementara fisik sudah mencapai 39 persen.
"Sebenarnyakan bisa aja kita jor-joran menggunakan anggaran agar terlihat realisasi tinggi. Tapi sesuai dengan arahan bapak Presiden jangan mentang-mentang diminta mengeluarkan anggaran (di bank) kita lantas maju tak gentar. Semuanya itukan harus sesuai prosedur, ada aturannya. Jadi makanya yang pas itu sebutannya bukan dana itu kita endapkan, tapi kita simpan. Sesuai perencanaan Agustus sampai Desember nanti itulah kita saatnya dikeluarkan untuk pencairan proyek," papar Masperi seperti dilansir dari riuterkini.
Berikut rincian 10 provinsi yang dana-dananya disimpan di bank umum, yakni: 1. DKI Jakarta Rp 13,955 triliun.2. Jawa Barat Rp 8,034 triliun 3. Jawa Timur Rp 3,947 triliun 4. Riau Rp 2,867 triliun5. Papua Rp 2,596 triliun 6. Jawa Tengah Rp 2,467 triliun, 7. Kalimantan Timur Rp 1,572 triliun8. Banten Rp 1,527 triliun9. Bali Rp 1,464 triliun10. Aceh Rp 1,446 triliun.(R03/i)
Listrik Indonesia

