TALUKKUANTAN (RIAUSKY.COM) - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi berkeinginan mengganti jembatan Lubuk Jambi yang sudah berumur 30 tahun segera terlaksana.
Pembangunannya saat ini terkendala dengan pembebasan lahan milik masyarakat sebagai lokasi pembabangunaa jembatan baru di samping jembatan lama yang ada saat ini.
Rencananya, pada Kamis besok, 21 Desember 2016, Pemkab Kuansing melakukan sosialisasi pembebasan lahan tersebut.
Sosialisasi itu bakal dihadiri Bupati Mursini, Kadis Bina Marga Provinsi Riau, Kadis Bina Marga Kuansing, Kepala Badan Pertanahan (BPN) Kuansing, Kabag Pertanahan dan Camat Kuantan Mudik, tokoh masyarakat dan warga yang terkena pembebasan lahan untuk jembatan itu.
Camat Kuantan Mudik, Budi Asrianto, menyatakan lahan Warga yang terkena pembebasan itu sebanyak 15 Kepala Keluarga, yang terdiri dari tiga Kepala Keluarga (KK) di desa Seberang Pantai, dan 12 KK di Desa Banjar padang.
"Kamis besok dijadwalkan Bupati beserta tim akan mengadakan sosialisasi ke lokasi ganti rugi lahan jembatan Lubuk Jambi," kata Budi.
Apabila telah selesai persoalan pembebasan lahan, akan dilanjutkan dengan pembayaran ganti rugi dan dilanjutkan pembangunannya. Sementara, harga lahan yang akan dibebaskan itu, Budi menyebutkan belum tahu berapa per meternya, karena untuk ganti rugi oleh tim apresial. Sebab, tim independen belum bisa menentukan harga karena belum ada tim yang menilai.
"Kita berharap, persoalan ganti rugi ini tidak menjadi kendala lagi, sehingga pembangunan jembatan baru bisa secepatnya terlaksana mengingat usia jembatan yang ada saat ini sudah melewati ambang batas, dan kondisinya juga sudah memprihatinkan," ujar Budi. (R12)
Listrik Indonesia

