Penumpang Harus Menunggu Lama

Kontrak Habis, Armada TMP Berkurang

Kontrak Habis, Armada TMP Berkurang
Bus TMP Pekanbaru
PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Pelayanan sarana angkutan umum massal (SAUM) Trans Metro Pekanbaru (TMP) memasuki awal 2017 semakin kurang. 
 
Ini dampak dari tak beroperasinya sebanyak 50 unit bus TMP yang dikelola PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) karena kontrak pengelolaan tidak diperpanjang dan berakhir pada 31 Desember 2016 lalu.
 
Saat ini hanya ada 30 bus TMP yang beroperasi melayani masyarakat Pekanbaru yang dikelola Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pekanbaru. Padahal sebelumnya di 2016 ada 80 unit bus TMP yang beroperasi setiap harinya.
 
Santi, salah seorang warga pengguna jasa bus TMP mengaku terlantar, sebab sudah hampir tiga jam menunggu, tapi bus TMP tak kunjung datang. "Saya dari Jalan Paus mau menuju ke Kartama. Sudah menunggu tiga jam tapi busnya tak kunjung datanng," keluhnya, pada Selasa 3 Desember 2016.
 
Tak kunjung ada bus TMP yang melintasi Jalan Paus membuat dirinya bertanya, pasalnya sampai saat ini dia mengaku belum mengetahui adanya beberapa koridor bus TMP yang tidak beroperasi seperti biasanya. 
 
"Biasanya saya paling lama nunggu 30 menit sudah ada bus yang lewat, sekarang belum juga ada. Jika tak bus TMP tak beroperasi maka seharus diinformasikan agar masyarakat sebagai pengguna jasa tak dirugikam seperti ini." Kesal Emi.
 
Semestinya kata dia, di tahun 2017 ini ada peningkatan dalam pemberian pelayanan bagi masyarakat. "Seharusnya pelayanan ditingkatkan. Jika seperti ini tentu semakin buruk pelayanannya. Kita berharap pemerintah meningkatkan pelayanannya agar masyarakat berminat untuk menaiki Bus TMP," harapnya.
 
Sementara itu, Kepala Bidang pengelola dan pengawasan Angkutan Perkotaan (PPAP) Dishubkominfo Kota Pekanbaru, Wisnu Harianto mengatakan, kondisi ini terjadi karena sebanyak 50 unit bus yang dikelola PT SPP tak lagi beroperasi. Untuk mengantisipasi hal ini sebut dia, pihaknya sudah berencana melakukan penambahan 15 unit bus.
 
"Bus yang dikelola PT SPP tidak beroperasi, sebagai antisipasi kita  menganggarkan penambahan operasional bus yg dikelola UPTD  PAP sebanyak 15 unit. Namun untuk pengoperasian 15 unit bus tersebut sampai saat ini belum ada perintah dari pimpinan," sampainya.
 
Sehingga hanya ada 30 unit bus yang beroperasi untuk melayani masyarakat di lima koridor, yakni dikoridor 1 Pandau-Pelita Pantai, koridor 2 Terminal BRPS - Kulim PP, Koridor 3 Kampus UIN - MTQ, Koridor  4A Pasar Pusat - Kulim dan Koridor 6 Terminal BRPS - Torganda.
 
"Bus untuk masing - masing koridor dikurangi, inilah yang menyebabkan hadway (jarak tunggu) terlalu lama sehingga masyarakat lama menunggu di halte, Selain itu tidak semua koridor yang bisa kita layani  karena kondisi jalan yang sempit. sementara bus kita berukuran besar. Maka masyarakat terlantar karena tidak ada bus yang operasi di koridor lainnya," tutupnya. (R05)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional