Penghapusan Jamkesda Buat Masyarakat Miskin Kesulitan

Penghapusan Jamkesda Buat Masyarakat Miskin Kesulitan
Andi Rusli (tengah)
TEMBILAHAN (RIAUSKY.COM) - Timbulnya keinginan Pemerintah Kabupaten Inhil untuk menghilangkan Jamkesda dan menggantikan dengan BPJS dan KIS menimbulkan sejumlah pertanyaan dan ganjalan di masyarakat.
 
Pasalnya, Jamkesda selama ini telah terbukti efektif dalam membantu masyarakat kurang mampu untuk berobat. Sedangkan BPJS dan KIS masih belum banyak diketahui oleh masyarakat.
 
Anggota DPRD Inhil, H Andi Rusli mengatakan tidak diberlakukannya Jamkesda pada tahun 2017 ini menjadi pukulan telak terhadap masyarakat miskin.
 
Andi Rusli yang dikenal gemar menolong orang sakit ini menambahkan, langkah yang diambil pemerintah sebenarnya bagus karena akan membuat yang lebih berlevel tinggi, akan tetapi perlu digaris bawahi kepengurusan tersebut tidak seindah Jamkesda.
 
"Kita apresiasi langkah Pemda mau mengupayakan KIS dan BPJS, akan tetapi kita juga ingin ada solusi terhadap masyarakat miskin yang sakit secara mendadak, sementara kalau mau menuruti KIS dan BPJS maka masyarakat tidak tertolong, sama seperti sekarang ini pasien yang ditinggalkan Jamkesda harus merogoh kocek dalam-dalam karena masuk di bagian umum," ujarnya.
 
Tingginya keprihatinan Dewan asal Selatan ini terhadap masyarakat miskin tidak tanggung-tanggung, ia siap kawal permasalahan ini sampai masyarakat miskin memiliki jaminan bahwa kalau sakit ada pegangan yang ditawarkan pemerintah tanpa harus melego harta yang ada.
 
"Saya kasian sekali melihat keluarga-keluarga kita beberapa hari ini. Ada kemarin pasien dari Desa Sanglar harus jual kebunnya, satu-satunya kebun ia punya harus lewat demi berobat. Menangis saya dek melihat, maka dari itu saya tekadkan akan kawal terus permasalahan ini sampai keluarga kita mendapatkan haknya. Apapun namanya yang ditawarkan pemerintah yang jelas simpel, bisa dipergunakan dan diterima oleh pihak rumah sakit, konkret cepat dan siap pakai," jelasnya.
 
Sementara itu pasien yang masuk rumah sakit, Selamat (49) telah merasakan beratnya sejak Jamkesda dihapuskan. Saat diwawancarai  di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan nyatakan baru beberapa hari masuk di Rumah Sakit uangnya sudah habis 4.000.000 hanya untuk berobat.
 
"Sudah Rp 4.000.000 mas biaya yang habis untuk berobat mamak kami disini. Mau mengharapkan apalagi Jamkesda kabarnya tidak berlaku lagi, kami cuman bisa pasrah," keluhnya, Selasa malam. (R17)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional