Ribuan Warga Tionghoa Meranti, Ikuti Pawai Waisak 2561BE

Ribuan Warga Tionghoa Meranti, Ikuti Pawai Waisak 2561BE
SELATPANJANG (RIAUSKY.COM) - Ribuan warga Tionghoa di Selatpanjang ikut memeriahkan acara Pawai Waisak 2561BE/2017, yang digelar bertempat di Jalan Merdeka Selatpanjang (tepatnya di depan kolam), Selasa (9/5/2017) malam.
 
Hadir dalam acara pawai tersebut, Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi yang diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan Azza Fahroni, Ketua DPRD Kepulauan Meranti Fauzi Hasan SE, Camat Tebingtinggi Risky Hidayat, Danramil 02/Tebingtinggi Mayor Arm Bismi Tambunan SE, Kapolres Kepulauan Meranti diwakili Kabag Ops Kompol Joni Narta, Kejaksaan Kepulauan Meranti diwakili Kasi Intel Ade Maulana, serta sejumlah tokoh Tionghoa dan tamu undangan lainnya.
 
Ketua Panitia  Handos alias Tan It Khun, didampingi Wakil ketua Tjuan An SH, dan Sekretaris Cun Cun SE, SAg MSi, mengungkapkan bahwa Acara Pawai  Waisak  2561BE/2017, bertujuan untuk menjalin kebersamaan dan kerukunan  umat Budha di Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
"Kita berharap pelaksanaan kegiatan ini bisa berjalan dengan baik, lancar, aman dan tentram. Kedepannya diharapkan kegiatan ini bisa dilaksanakan lebih meriah lagi, dan kepada seluruh masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan ini," harap Tjuan An.
 
Dijelaskan Tjuan An, adapun susunan panitia terdiri dari 3 Majelis yakni, Majelis Tri Dharma, Mapanbumi dan Majelis Budhayana Indoneisa, selanjutnya Vihara Patria Dharma, Vihara Budha Dharma, Vihara BUdha Sehati, Vihara Maitreya, Tunggal Sakti dan seluruh simpatisan  masyarakat.
 
Sementara itu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan Azza Fahroni, dalam sambutannya menyampaikan ucapan mohon maaf atas tidak bisa hadirnya bupati Kepulauan Meranti.
 
Dijelaskan Azza pula, kegiatan Pawai Waisak ini merupakan kegiatan untuk membangun nilai-nilai luhur, juga untuk meraih keharmonisan sehingga nuansa antar umat beragama bisa dirasakan.
 
"Waisak sebagai sebuah hari raya agama Buddha bisa memberikan contoh yang positif kepada setiap orang. Contoh positif yang dapat diteladani adalah pengembangan cinta-kasih kepada setiap makhluk hidup," ujarnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Kemenag Kepulauan Meranti Bidang Penyelenggara Budha, Metawati SAg mengungkapkan bahwa Pawai Waisak di kota Selatpanjang telah dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut.
 
Meta juga menyebutkan harapan besar dari hari Waisak tersebut adalah bahwa setiap manusia diharapkan dapat merenungi segala perbuatannya dan setiap saat selalu hidup dengan rasa cinta-kasih tanpa kebencian.
 
"Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang positif kepada masyarakat di Kepulauan Meranti terutama bagi warga Tionghoa bisa saling mempereratkan hubungan yang lebih baik dan adanya rasa cinta kasih sayang sesama antar umat beragama," ungkapnya. (R16)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional