PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Menghilang sejak Rabu 24 Juni 2017 kemarin, orangtua Abiyan Manikal Kustoyo, Edi Kustoyo (37), melapor ke Polresta Pekanbaru atas dugaan tindak pidana penculikan anak.
Warga Jalan Karya Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru ini mengatakan, hilangnya Abiyan diketahui saat dirinya menjemput bocah 9 tahun itu dari sekolahnya di SD Negeri 34 Jalan Kuantan V Pekanbaru.
"Hari Rabu kemarin murid SD Negeri 34 kebetulan pulang lebih awal dari jadwal biasa. Saya pun bermaksud menjemput Abiyan ke sekolah pukul 10.00 WIB. Namun saya cari kesana kemari tak ada," ujar Edi Kustoyo.
Sejam lebih upaya mencari Abiyan, Edi Kustoyo pun mencoba menanyakan keberadaan murid SD Kelas III itu ke pihak guru.
"Mereka (guru, red) mengatakan anak-anak sudah pada pulang semua." Merasa khawatir dengan nasib anak pertamanya dari dua bersaudara itu, Edi Kustoyo pun melaporkan masalah ini ke Polresta Pekanbaru dengan dugaan penculikan anak oleh OTK.
Sementara itu, salah seorang guru SD Negeri 34 Pekanbaru yang juga Wali kelas Abiyan, Tengku Ikmal Fajar, mengaku Abiyan bukan diculik melainkan dibawa oleh ibu kandungnya, Meli Novra.
"Abiyan bukan diculik, saya lihat dia dibawa oleh ibunya koq," ujarnya.
Akan tetapi ketika didesak bagaimana ia memastikan bahwa yang membawa Abiyan adalah ibu kandungnya, Tengku mengaku dari Kepala SDN 34, Dra Darma Murni. Namun sayang, Darma Murni yang ingin dikonfirmasi masalah itu, tidak berada ditempat.
Dikonfirmasi terkait ibu kandung Abiyan, Edi Kustoyo mengaku sudah bercerai sejak 2013 silam.
"Hari H hilangnya Abiyan saya datang ke kediaman mantan isteri di Perumahan Purba Kubang Raya. Namun rumah dalam kondisi kosong. Saya pun sudah berkali kali mencoba mengontak nomor selularnya guna memastikan keberadaan Abiyan, tapi tak diangkat," ujar Edi Kustoyo dengan perasaan sedih.
Kurang yakin dengan pernyataan Edi Kustoyo, wartawan yang juga mencoba menghubungi nomor Meli dalam keadaan aktif, namun tak diangkat. (R04/Rec)
Listrik Indonesia

