Pembangunan Kawasan Teknopolitan Masih Jauh dari Angan, BPPT dan Pemkab Masih Optimistis

Pembangunan Kawasan Teknopolitan Masih Jauh dari Angan, BPPT dan Pemkab Masih Optimistis
PANGKALAN KERINCI (RIAUSKY.COM) – Tidak dapat dipungkuri pembangunan kawasan teknopolitan masih jauh dari angan-angan. (2012-2017,red).
 
Kini memasuki dua priode bupati HM Harris meminpin Pelalawan, dikawasan ini hanya ada satu bangunan (Kampus ST2P) serta beberapa ruas jalan tanah liat.
 
Kendati demikian adanya. dilapangan, rasa optimis akan sukses kawasan ini masih tergambar pada sejumlah kalangan, khusus dijajaran Pemerintah Kabupaten Pelalawan sendiri dan pejabat BPPT RI.
 
Asa optimitis ini, seakan ditumpahkan pada Kamis pagi, 31 Mei 2017, saat  dilakukan acara Kick Off Meeting Pelaksanaan Program Pembangunan Techno Park Kabupaten Pelalawan, dengan tema “Akselerasi Pembangunan Techno Park Pelalawan menuju Pelalawan EMAS” di Aula Gedung Bappeda Pelalawan.  Acara ini dibuka oleh Bupati Pelalawan HM Harris dan dihadiri oleh Deputi Kepala BPPT RI Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT), DR. Ir. Gatot Dwianto, M.Eng, Kepala Balitbangda Provinsi Riau, Dra Arbaini, MP, serta beberapa undangan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P), dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Salah satu paparan dalam acara ini disampaikan oleh Direktur Pusat Teknologi Kawasan Spesifik (PTKS) 
 
Walau masih sebatas tiori, dari BPPT RI, Dr. Ir. Iwan Sudrajat, MSEE, yang mengangkat tema Akselerasi Pembangunan Techno Park Pelalawan mengungkapkan kata kunci akselerasi ini sangat penting dalam rangka melakukan percepatan pembangunan Techno Park Pelalawan yang sudah dimulai sejak tahun 2012. 
 
“Saat ini Techno Park Pelalawan dengan luas sekitar 3740 Ha baru berdiri satu gedung yaitu Gedung ST2P namun belum ada aktivitas di dalam Kawasan. Untuk itu perlu diambil langkah-langkah akselerasi agar Techno Park Pelalawan ini dapat berwujud dan berfungsi sebelum Tahun 2019 berakhir. Paling tidak aktifitas-aktifitas di Kawasan Techno Park ini sudah bergeliat sebelum akhir 2017,” jelas Iwan.
 
Direktur PTKS yang sedang menjalankan Laboratorium Kepemimpinan Diklatpim II dan mengangkat Akselerasi Terwujudnya Techno Park Pelalawan sebagai proyek perubahannya menyampaikan bahwa perlu dilakukan inovasi perubahan dalam proses bisnis pelaksanaan pembangunan Techno Park Pelalawan.  
 
“Empat aspek proses bisinis yang akan dibenahi yaitu terkait (1) Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management), (2) Manajemen Proyek (Project Management), (3) Kerja berbasis Kinerja (Performance Based Task), dan (4) Sinkronisasi Kegiatan Mitra termasuk peningkatan kooridinasi antar OPD,” imbuh Iwan.
 
“Alhamdulillah, hari ini telah dicapai kesepakatan antar para Kepala OPD Kabupaten Pelalawan bahwa untuk mengakselerasi pembangunan Teknopolitan/Techno Park Pelalawan perlu ditunjuk OPD penanggung jawab per zonasi di Kawasan Techno Park.  Dengan demikian akan terjadi peningkatan sinergi antar OPD dalam mendorong percepatan pengimplementasian hal-hal yang telah dituangkan dalam Master Plan Kawasan Teknopolitan Pelalawan,” tambah Iwan setelah selesai rapat dengan para Kepala OPD Pelalawan sebagai stakeholderpenting inisiatif akselerasi ini, yang bertempat di ruang rapat Bappeda Rabu sore (31/5).
 
Tentunya, melalui inisiatif inovasi perubahan ini diharapkan masyarakat Pelalawan akan segera merasakan manfaat dari Teknopolitan Pelalawan, tutupnya. (R09)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional