PAYAKUMBUH (RIAUSKY.COM) - Masyarakat beberapa waktu lalu sempat geger dengan terbongkarnya pesta seks sesama jenis antara laki-laki dengan laki-laki atau yang disebut pasangan gay di Jakarta. Ternyata pesta yang sama juga pernah terjadi di Kota Payakumbuh.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Elzadaswarman, saat memberikan arahan dari tim V Safari Ramadhan Pemko Payakumbuh kepada puluhan jemaah Mesjid Hidayah Kelurahan Padang Tinggi Piliang pada Rabu (31/5) malam.
“Laki-laki seks laki-laki. Jangan dikatakan tidak ada pesta seks, ini pernah terjadi di Kota Payakumbuh. Dan ini sudah ada,” terang Elzadaswarman.
Meski ia Elzadaswarman tidak menyebutkan lebih rinci tentang pesta tersebut. Kota Payakumbuh dikatakanya menempati urutan ke III terhadap laki-laki seks laki-laki tersebut.
Dari tahun ke tahun, ungkapnya, homoseksual di Kota Payakumbuh terus meningkat. Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Dinas Kota Payakumbuh itu, pada 2013 angkanya masih sekitar 234 orang, pada 2014 meningkat jadi 400 orang dan data terakhir ditahun 2016 sudah mencapai 625 orang yang terdeteksi homoseksuak tersebut.
“Angka ini terus meningkat dan sangat mengkhawatirkan,”tegasnya.
Pemko Payakumbuh melalui Elzadaswarman mengimbau kepada seluruh orang tua untuk selalu menjaga dan mengawasi gerak gerik anak remaja di rumah. Sehingga, kelakuan anak bisa terpantau oleh orang tua.
“Kalau ada anak-anak kita dirumah yang terlalu akrab dengan sesama pria hingga membawa teman prianya tidur dirumah dengan gerak-gerak yang berbeda. Ini patut juga dicurigai. Kita harap orang tua jeli dengan persoalan ini,” terangnya.
Ada 5 Ribu Kelompok Homo di Sumbar
Sebelumnya, pada Februari 2016 silam, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Pariaman, Sumatra Barat, Yutiardi Rivai, memperkirakan saat ini berdasarkan data yang masuk kurang lebih tedapat 5.000 kelompok homoseksual di wilayah Sumbar.
Ia mengatakan, selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, perilaku hidup bersih juga perlu diterapkan. Selain itu, perilaku seks bebas juga perlu dihindari agar tidak terjadi penyimpangan.
Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Sumatra Barat, Mukhlis Rahman, mengatakan, perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dapat dicegah dengan penguatan nilai-nilai keagamaan.
"Dengan adanya penguatan nilai keagamaan, perilaku menyimpang yang bertentangan dengan agama bisa diatasi secara bersama, salah satunya terus mengadakan ceramah keagamaan di tempat-tempat ibadah," katanya di Pariaman, Jumat (19/2).
Ia menambahkan, jauh hari sebelumnya perbuatan seksual menyimpang sudah ditemukan, tapi perbuatan tersebut tidak boleh berkembang di tengah masyarakat karena dapat merusak tatanan kehidupan.
"Menyukai sesama jenis memang sudah ada jauh hari sebelum saat ini, tapi kita tetap berusaha bagaimana perbuatan yang tidak terpuji itu tidak ada di Kota Pariaman," ujarnya menjelaskan.
Ia menyebutkan, berdasakan pantauannya, tidak ada ditemukan kaum LGBT di kota itu. Namun, pemerintah setempat tetap mewaspadai adanya perbuatan abnormal tersebut.
Terkait dampak bahaya LGBT, pemerintah setempat mengklaim terus melakukan sosialisasi upaya hidup bersih secara fisik ataupun rohani. Salah satunya, penyampaian bahaya seks bebas pada hari HIV/AIDS Internasional beberapa waktu lalu.
"Saya tidak mempunyai sosialisasi ataupun edaran khusus terkait LGBT karena hal tersebut sudah dilarang dan diharamkan oleh agama Islam," ujarnya.
Pemerintah kota juga meminta kepada Kementerian Agama (Kemenag) setempat melalui Kantor Urusan Agama (KUA) untuk terus berhati-hati dalam menyeleksi masyarakat yang ingin menikah. Hal itu ditujukan agar tidak terjadi penipuan data oleh pasangan yang ingin menikah sesama jenis tersebut. (R02/Hhc/Rci)
Listrik Indonesia

