WARGA KECEWA...Bus DAMRI Rute Bangkinang-Bandara SSK II Urung Beroperasi

WARGA KECEWA...Bus DAMRI Rute Bangkinang-Bandara SSK II Urung Beroperasi
Bus DAMRI
BANGKINANG (RIAUSKY.COM) - Rencana beroperasinya Bus Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) trayek Bangkinang-Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II sempat membuat heboh masyarakat Kabupaten Kampar beberapa waktu lalu, namun ternyata hingga hari ke-9 pasca Lebaran Idul Fitri tahun ini bus DAMRI tak kunjung beroperasi. 
 
Padahal sebelumnya Dinas Perhubungan Kampar sudah memperkirakan bus DAMRI mulai beroperasi pada 20 Juni 2017 lalu. Hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya, ada apa dengan rencana pengoperasian bus DAMRI ini.
 
Kepala Dinas Perhubungan Kampar, Hambali mengatakan, bus DAMRI trayek Bandara SSK II Pekanbaru-Bangkinang belum bisa dipastikan kapan beroperasi karena tergantung izin dari Pemerintah Provinsi Riau.
 
"Kita belum bisa pastikan kapan mulai beroperasi. Sebab, kita menunggu dari provinsi. Karena izin trayek provinsi yang menerbitkan," kata Hambali kepada suarakampar.com.
 
Dia menjelaskan, dalam minggu ini, pihaknya akan menindaklanjuti terkait izin ini. Menanyakan langsung ke pihak provinsi. Dalam hal ini, yang berwenang adalah Dinas Perhubungan Riau. "Dalam minggu ini kita coba tanya lagi ke provinsi," katanya.
 
Sebelumnya, pengoperasian bus DAMRI trayek Bangkinang-Bandara SSK II, mulai 20 Juni 2017. Hambali mengatakan, ada sebanyak 5 unit bus bantuan dari Kementerian Perhubungan yang berada di Pekanbaru. Hanya saja, bus-bus tersebut masih menunggu mutasi nomor kendaraan.
 
"Sekarang masih menunggu mutasi nomor kendaraan. Prosesnya masih tergantung provinsi. Diperkirakan tanggal 20 Juni ini sudah beroperasi," ujar Hambali baru-baru ini.
 
Dijelaskannya, untuk tahap awal, tidak semua kendaraan atau bus dioperasikan. Pengoperasian bus, akan dilakukan secara bertahap. Karena, pihak pengelola mesti melihat perkembangan dan respon masyarakat terlebih dahulu.
 
Untuk penumpang nantinya, bisa menaiki bus DAMRI di beberapa halte khusus yang tersedia diantaranya di Bangkinang Kota, Air Tiris, dan Kampa. Artinya, bus bisa melayani penumpang yang berada di halte.
 
Sementara untuk tarif angkutan lanjut Hambali juga belum bisa dipastikan namun dikisaran Rp35.000 untuk trayek Bangkinang-Bandara SSK II. Jika dibandingkan dengan besaran tarif superben dari Bangkinang-Pekanbaru, ongkos bus DAMRI diperkirakan lebih mahal.
 
Kebijakan tersebut, bertujuan agar tidak mengganggu kepada pengoperasian moda transportasi umum lainnya. Seperti superben. Yang mana, ongkos superben Bangkinang-Pekanbaru saat ini dipatok antara Rp15.000-Rp20.000 per orang. Apalagi bus DAMRI hanya melayani penumpang di halte dan penumpang ke Bandara SSK II.
 
"Kehadiran DAMRI akan membuat masyarakat terbantu. Di samping mudah, murah, moda transportasi ini nyaman. Karena mobilnya pakai AC. Ini juga tidak akan mengganggu superben. Kita juga ingin transportasi superben bangkit lagi," kata dia.
 
Dinas Perhubungan sejauh ini belum menentukan teknis pembelian tiket maupun jadwal keberangkatan bus DAMRI. Pihak Dishub Kampar juga akan melakukan sosialisasi terkait pengoperasian ini.
 
Untuk diketahui, trayek ini diusulkan oleh Dishub Kampar ke Kementerian Perhubungan tahun 2015 lalu. Kampar merupakan satu dari sejumlah daerah di Indonesia yang mendapat bantuan tersebut. Pemkab Kampar menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan di bawah badan usaha milik negara (BUMN) tersebut.
 
Namun untuk mengoperasikan bus DAMRI Pemkab Kampar cukup lama menunggu izin dari Dinas Perhubungan Provinsi Riau. (R10/Skc)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional