Tak Ada Jaminan Dilegalkan, Ratusan Ribu TKI Indonesia Pilih Bertahan di Persembunyian

Tak Ada Jaminan Dilegalkan, Ratusan Ribu TKI Indonesia Pilih Bertahan di Persembunyian
Sejumlah TKI beristirahat dalam persembunyian mereka dari pengejaran aparat penegak hukum Malaysia.
JAKARTA (RIAUSKY.COM)-  Mayoritas tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia diperkirakan masih  memilih bertahan dan bersembunyi dari kejaran aparat. Kondisi mereka terancam oleh  razia besar-besaran yangsampai hari ini masih  digelar oleh aparat hukum Malaysia.
 
Razia ini merupakan kelanjutan dari implementasi program legalisasi dokumen atau program E-Kad sementara pekerja asing oleh pemerintah Malaysia, tetapi telah ditutup pada akhir Juni lalu.
 
Sebagian besar TKI ilegal itu menolak program legalisasi dokumen oleh pemerintah Malaysia, karena menganggapnya tidak menjamin mengubah status mereka menjadi legal.
 
"Program E-kad ini mensyaratkan beberapa hal tertentu, yang risikonya kalau tidak lolos syaratnya, itu (para TKI ilegal yang mendaftar) harus dipulangkan (ke Indonesia)," kata Figo Kurniawan, salah seorang TKI di Malaysia dan pegiat Komunitas Serantau, kepada BBC Indonesia, Senin (3/7/2017).
 
"Inilah yang membuat sebagian besar kawan-kawan (TKI tanpa dokumen resmi) kita enggan untuk mendaftar. Sebab ada resiko dipulangkan," tandas Figo.
 
Proses legalisasi dokumen ini sudah dibuka oleh pemerintah Malaysia sejak pertengahan tahun lalu, tetapi targetnya tidak seperti diharapkan.
 
Sejumlah laporan menyebutkan ada sekitar 600.000 tenaga kerja ilegal yang diharapkan mendaftar, tetapi sampai tenggat terakhir pada akhir Juni lalu yang mendaftar kurang dari separohnya, yaitu 155.680 orang.
 

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional