KUALA LUMPUR (RIAUSKY.COM) - Usai peristiwa kebakaran di sebuah pesantren di Kuala Lumpur, Malaysia yang itu menewaskan 23 santri, polisi menangkap 7 remaja.
Tujuh remaja itu berusia antara 11-18 tahun dan merupakan warga dari lingkungan di sekitar pesantren tersebut. Mereka terbukti positif mengonsumsi mariyuana.
"Dengan penangkapan 7 remaja ini, saya memastikan bahwa kasus ini terpecahkan," kata Kepala Kepolisian Kuala Lumpur, Amar Singh seperti dimuat detik yang dilansir Reuters, Ahad (17/9/2017).
Kebakaran ini adalah yang paling mematikan dalam 2 dekade terakhir. Peristiwa ini memicu kemarahan publik dan muncul desakan agar ada pengamanan lebih untuk pesantren.
Polisi menangani kasus ini sebagai pembunuhan dan kenakalan yang berujung pada kebakaran. Peristiwa ini sendiri terjadi pada Kamis (14/9) saat mayoritas santri sedang tidur.
"Niat mereka adalah untuk membakar, itu bisa saja akibat usia atau kedewasaan mereka. Mungkin mereka tidak tahu bahwa itu bisa menyebabkan kematian," kata Singh saat ditanya apakah para remaja itu berniat membunuh.
Listrik Indonesia

