SALO (RIAUSKY.COM)- Menyikapi mediasi yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar antara masyarakat Siabu dengan pihak Perusahaan PT Ciliandra Sei Batang Ulak Desa Siabu Kecamatan Salo beberapa waktu lalu, Bupati Kampar Azis Zaenal, didampingi Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto serta Sekda Kampar Drs Yusri meninjau kondisi Perkebunan Sawit PT Ciliandara Siabu.
Hal tersebut dilakukan Bupati Kampar H Azis Zaenal bersama rombongan yang dimulai dari Portal I sampai III PT Ciliandara Sei Batang Ulang Desa Siabu Kecamatan Salo. Rabu sore (11/10/2017).
Saat di lokasi, Azis Zaenal menyampaikan bahwa terkait penutupan portal yang dilakukan pihak perusahaan untuk jalur transportasi masyarakat kita harus ikuti aturan saja, apabila ini jalan umum portalnya harus dibuka, apabila perusahaan beralasan akan terjadinya pencurian sawit, hal itu lakukanlah pengamanan dengan cara lain jangan dengan cara menutup jalan, karena ini bagaimanapun adalah wilayah Kampar.
Kemudian terkait luas wilayah perkebunan milik PT Ciliandara, apabila memang luas wilayah lebih kurang 4.000 hektare dan dikuasai 4.000 hektare tidak ada masalah, para ninik mamak atau masyarakat tidak bisa menuntut.
Akan tetapi apabila pihak perusahaan tidak memiliki data-data lengkap atau data pendukung tentang luas lahan yang mereka kuasai, nah bagaimanapun ini mesti kita rundingkan.”terang Azis.
Karena itu, kata Azis, Hal ini akan terus dilakukan mediasi dan pengecekan lapangan, agar jangan sepanjang masa hanya terus menyelesaikan masalah itu-itu saja.
''Nah kemudian apabila ini ada sebagain yang mesti sudah menjadi haknya masyarakat dihitung berapa biaya dana dan apa kompensasi untuk masyarakat kita musyawarahkan, sepanjang itu bisa kita musyawarahkan.
Selanjutnya terkait semua hal yang menyangkut dengan kenyamanan masyarakat di atas, Azis minta nantinya apabila tidak ada perubahan jum’at (13/10) akan melakukan ekspose perusahan dengan masyarakat di depan Pemkab Kampar.(CR6/zar).

