Terjadi Lagi, Maling dan Warga Saling Kejar-kejaran di Batu Bersurat-Kampar

Terjadi Lagi, Maling dan Warga Saling Kejar-kejaran di Batu Bersurat-Kampar
Ilustrasi

XIII KOTO KAMPAR (RIAUSKY.COM) - Kendati sudah dilakukan poskamling (ronda malam) namun kondisi Kelurahan Batu Bersurat Kecamatan XIII Koto Kampar semakin tidak aman, aksi kejar-kejaran antara maling dengan warga selalu terjadi.

Hal itu terbukti, Senin (15/1/2018) malam lalu, sekitar pukul 22.30 wib, ketika maling hendak membobol rumah salah seorang warga yang bernama Aneh. Beruntung aksi maling dapat digagalkan oleh teriakan pemilik rumah.

Mendengar teriakan itu, ratusan warga lansung berhamburan mengejar pelaku, mungkin belum nasibnya yang nahas dia dapat melarikan diri ke dalam semak-semak.

"Selama ini saya tidak percaya kalau ada maling, tapi kali ini saya menyaksikan dengan mata sendiri pelaku itu lari dengan menggunakan korek api untuk sebagai penerang," ujar salah seorang pemuda Hermandanur seperti dimuat suarakampar.com.

Lelaki yang biasa disapa dengan sebutan Eman itu menuturkan, dalam satu malam itu pelaku beraksi didua rumah, yakni rumah Aneh dan Rumah Juban, meskipun sudah dibobol tapi pelaku belum mendapatkan apa apa.

"Malingnya sudah membuka lis jendela korban, pintu jendela audah berhasil dibuka, tapi saat dia ingin masuk kerumah, pemilik rumah lanaung berteriak, padahal kami sibuk melakukan ronda, maling malah sibuk pula membobol rumah warga," paparnya.

Senada dengan itu, pemuda lain juga menyebutkan, Osep, menurutnya kejadian maling seperti ini sudah sering terjadi, bahkan juga sudah bisa dikatakan musiman. 

"Ya biasanyakan kalau sudah hebo kayak gini maling itu tidak mau mengulangi lagi, seperti dulu, sudah ada jadwal ronda kondisinya kembali aman, sekarang semakin banyak orang ronda semakin giat pula malingnya, disitulah herannya kita," sambungnya.

Sementara itu, pemerintah kelurahan juga sudah hilang akal terkait persoalan itu.

"Itulah ketua, kita sudah hilang akal melihat kondisi ini, padahal audah silakukan ronda tapi masih saja terjadi, nanti kita akan minta pendapat dari tokoh masyarakat setempat bagai mana baiknya," tutur Lurah Wancandra. (*)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional