RIAUSKY.COM - Rani (22), warga Jalan Jamin Ginting, Gang Irigasi, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, benar-benar tak menyangka perilaku NO, yang merupakan adik kelasnya semasa SMP.
Pasalnya, pemuda itu menjambretnya saat melintas di Jalan BZ Hamid Simpang Pos tepatnya samping Fly Over, Selasa (21/5/2018) malam. Akibatnya, Rani kehilangan ponsel pintar merk Vivo V5.
Ceritanya, jelang dinihari itu Rani baru pulang nongkrong di cafe J City, di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Selasa (21/5/2018) sekira jam 23.30 Wib.
Saat melintas di Jalan BZ Hamid, Simpang Pos, tepatnya samping Fly Over, tiba-tiba dia dipanggil oleh NO (19), pemuda yang diketahui tinggal di Jalan Jamin Ginting, Gang Irigasi, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor.
NO ketika itu mengendarai kreta Suzuki Shogun warna hitam dan berboncengan dengan temanya. “Kak…!” seru NO dari arah belakang, begitu Rani melintas di sana. Merasa dipanggil dan kenal dengan suara itu, Rani yang boncengan bersama sepupunya Dwi (18), mengurangi laju kreta mereka.
Ketika kecepatan kreta Rani sudah cukup pelan, NO langsung datang merapat dari arah kiri, dan langsung mengambil HP yang terletak di dashboard depan kretanya, lalu tancap gas ke arah Pancurbatu.
“Dia (pelaku) itu adik kelas ku waktu SMP, tapi kami tidak begitu akrab. Cuma, dia dulu sering menegur saya. Sedangkan temannya, saya tidak kenal,” sebut Rani saat ditemui di Mapolsek Delitua, Selasa (29/5/2018) sore jam 15,15 Wib seperti dilansir Metro24jam.com.
Menyadari HP miliknya sudah diambil pelaku, Rani sempat mengejarnya sambil berteriak “Jambret…!”
Tapi, kedua orang itu dengan cepat hilang di keheningan malam. “Dia langsung tancap gas. Kami gak berani mengejar karena takut nabrak,” sambung Rani lagi.
Saat itu, Rani langsung menghubungi pacarnya Andre (22) warga yang sama dengan pelaku, dan menceritakan kejadian yang menimpanya dan juga mengatakan ciri-ciri pelaku.
Keesokan harinya, Andre mendapat informasi, bahwa pelaku hendak menjualkan HP hasil curian itu kepada orang sekampungnya.
“Aku kenal sama dia. Tapi, dia nggak tahu kalau Rani itu pacar ku. HP itu pun sempat ditawarkan kepada adek ku, Tapi adek ku nggak mau,” sebut Andre.
Begitu mengetahui pasti kalau pelakunya NO, korbanpun mendatangi Polsek Delitua guna membuat laporan. “Saya baru bisa sekarang membuat laporan, karena saya masih sibuk dengan tugas kuliah,” pungkas Rani.
Sementara itu, Kapolsek Delitua, Kompol BL Malau SIK, membenarkan sudah menerima laporan tersebut. (R03)
Listrik Indonesia

