DURI (RIAUSK.COM) - Identitas mayat yang ditemukan dalam kondisi tangan terikat di bekas Halte bus Chevron, Pokok Jengkol, Duri, Sabtu subuh (07/07/2018) akhirnya diketahui. Mayat yang memiliki tato di lengan kanan itu teridentifikasi Agus Parlindungan Samosir (42) warga Jalan Bandar Rakyat, Kecamatan Bandar kabupaten Simalungun, Sumut.
Seperti dikutip dari Riaulantang.com, mayat saat ini sudah berada di RSUD Mandau dan telah dilakukan visum.
“Tadi dibawa ke RSUD Mandau sekitar pukul 06.30, WIB. Setelah dilihat ada luka dibawah dagu. Kondisi bekas ikatan ditangan juga ada,” ucap sumber.
Terkait penemuan mayat ini, Kapolres Bengkalis, AKBP Yusuf Rahmanto ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa kasus itu masih dalam penyelidikan. “Untuk penyebab kematian, hari ini direncanakan untuk dilakukan autopsi,” ujar Kapolres.
Sementara itu, di tempat kejadian perkara (TKP), telah dipasang garis polisi untuk membatasi masyarakat, agar tidak masuk dalam TKP. (redaksi)
"Berdasarkan visum luar yang sudah kita laksanakan tadi pagi, dapat disimpulkan bahwa ada dugaan tindak kekerasan terhadap korban. Diduga korban mengalami penganiayaan sebelum meninggal. Indikasi ini terlihat dari luka yang dialami korban. Ada beberapa tanda-tanda pukulan benda tumpul di bagian punggung dan rusuk sebelah kanan,” ujar Kepala Bidang Humas dan SDM RSUD Mandau, dr. Rangga Mooendanoe.
Dijelaskan Rangga, luka di bagian pergelangan tangan juga memperkuat dugaan itu. Kendati tali ikatannya sudah dilepas tapi tanda-tanda korban diikat sebelum meninggal jelas terlihat.
“Saat di bawa ke RSUD ikatan di tangan sudah dibuka, tapi bekas ikatan masih ada. Kuat dugaan korban penganiayaan,” ujar dr Rangga lagi.
Terkait apakah akan dilakukan autopsi terhadap korban Agus Samosir (42) warga Simalungun ini, dr Rangga menyampaikan bahwa untuk outopsi RSUD akan berkoordinasi lagi dengan pihak kepolisian karenw di RSUD Mandau sendiri belum ada tenaga ahli untuk autopsi.
“Kita hanya visum pemeriksaan luar. Kalau ingin memperdalam autopsi bisa saja, tapi disini belum ada tenaga ahli. Harus di bawa ke RSUD Medan atau Pekanbaru,” ujar Alumni Universitas Andalas ini. (R14)
Listrik Indonesia

