Alami Kelainan Fisik Semenkak Lahir

Seorang Berumur Tujuh Tahun, Dua Bocah Kakak Beradik di Kuindra Ini Belum Mampu Berdiri

Seorang Berumur Tujuh Tahun, Dua Bocah Kakak Beradik di Kuindra Ini Belum Mampu Berdiri
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Hj. Devi Natalia SKM., M.H, dan Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Oktaviana Andriyamarta S.Sos M.Si mengunjungi  Eliya, bocah berusia 7 tahun dan adiknya Rahman Sidiq Berusia ,

TEMBILAHAN (RIAUSKY.COM)- Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H. Zainal Arifin SKM., M.Kes, diwakili Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Hj. Devi Natalia SKM., M.H, dan Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Oktaviana Andriyamarta S.Sos M.Si mengunjungi  Eliya, bocah berusia 7 tahun dan adiknya Rahman Sidiq Berusia , 2,5 tahun.

Kedua bocah  anak pasangan Sani dan Sri Prihatin ini di duga mengalami kelainan bawaan sehingga pertumbuhan dan kemampuan fisiknya tak sebanding dengan umur.

Sani dan Sri Prihatin merupakan warga Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri yang saat ini tinggal sementara dan berencana akan pindah ke  Kecamatan Tembilahan Hulu. 

Keduanya mempunyai dua orang anak, masing-masing Eliya dan Rahman. Namun, di usianya yang mencapai 7 tahun, Eliya belum bisa berjalan, dan berat badannya jauh dari anak seusianya.

Saat kunjungan tersebut, Hj Devi Natalia dan Oktaviana didampingi Kepala Puskesmas Tembilahan Hulu Hj Rosdianah SST MKES dan Kepala Puskesmas Sapat Endang Suratmi SST, juga ketua TP-PKK setempat Helda Irawati.

Dua anak pasangan Sani dan Sri Prihatin diduga mengalami kelainan bawaan karena di usianya yang sudah hampir 7 tahun, dan sang adik 2,5 tahun tidak dapat berjalan dan melakukan aktifitas apapun.

Eliya hanya bisa duduk, sementara adiknya berbaring dan digendong sang ibu.

Karena berat badan Eliya dan adiknya di bawah normal, Diskes dan Puskesmas Tembilahan Hulu langsung membawakan makanan tambahan dengan kategori kurus berupa biskuit yang diperkaya 10 vitamin dan 7 mineral sebanyak dua kardus. 

Biskuit tersebut merupakan biskuit khusus bantuan dari Pemerintah Pusat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) yang tidak diperjualbelikan belikan.

“Sebelumnya sudah diberikan biskuit dan Alhamdulillah berat badannya sudah naik 500 gram, jika habis minta lagi, akan diberikan gratis, tanpa dipungut biaya”, ujar Kepala Puskesmas Tembilahan Hulu.

Saat ditanya, Sri Prihatin mengaku tidak pernah lagi membawa anaknya ke Posyandu, Karena keterbatasan pengetahuan, itulah salah satu penyebab lambatnya tumbuh kembang sang anak dan juga keterbatasan ekonomi keluarga.

Oktaviana berpesan kepada Sri Prihatin, betapa pentingnya mengunjungi Posyandu untuk mengetahui perkembangan sang buah hati.

“Jangan pernah malu, jika anaknya kurus, rutinlah datang ke posyandu, timbang setiap bulan, kita akan bantu melalui asupan gizi yang memang langsung dari kementerian Kesehatan, Kesehatan anak akan dipantau terus melalui posyandu,”pesan Oktaviana

Wanita yang akrab disapa Vina ini juga menuturkan, Eliya akan dibawa ke spesialis anak untuk diperiksakan Kesehatannya lebih lanjut.

“Karena ibu masih warga Sapat dan berencana pindah ke Tembilahan Hulu,  dilengkapi dulu kelengkapannya untuk menjadi warga Tembilahan Hulu. Kartu keluarganya, KTPnya, setelah itu nanti akan kita bawa ke spesialis anak,”imbuhnya.

Setelah ini, dikatakan Vina, pihaknya akan terus memantau perkembangan Eliya dan adiknya Rahman Sidiq melalui petugas kesehatan Puskesmas Tembilahan Hulu. Pihaknya berjanji akan memberikan Pelayanan terbaik.(CR4/sal)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional