PANGKALAN KERINCI (RIAUSKY.COM) - Ratusan warga Dusun Muara Sako Langgam Km 16 blokir akses utama PT Rimbun Sawit Sejahtera. Aksi ini dipicu atas penguasaan hutan adat seluas 5.605 hektar oleh perusahaan tanpa kompensasi.
Informasi adanya aksi massa ini disampaikan Datuk Batin Muara Sako/Muara Sakal H.Zarmi, Selasa, 2 Oktober 2018.
Bahkan tambah pemangku adat Melayu ini, aksi ini akan berlangsung sampai perusahaan bisa mengakomodir keinginan masyarakat.
"Ya, warga akan bertahan dan menutup akses jalan utama milik perusahaan, sebab akses ajalan ini juga milik warga kami. Aksi akan berlansung sampai ada keputusan dari perusahaan, sebab sejauh ini, perusahaan terus berjanji manis tampa ada realisasi di lapangan," ucap H Zarmi.
Lantas apa yang menjadi tuntutan masyarakat?, H.Zarmi yang didampingi warga yang turut serta dalam aksi demo ini mengutarakan niat warganya.
Pertama adalah kompensasi penguasaan lahan adat secara sepihak. Janji perusahaan yang membangun kebun sawit dengan pola KKPA yang belum direalisasikan. Kemudian program CSR Perusahaan yang tidak pernah dirasakan masyarakat.
"Sejauh hal itu belum direalisasikan, maka kami akan tetap bertahan disini," tutupnya.
Hingga kini, pihak media belum berhasil mengkofirmasi pihak perusahaan. Sementara dilapangan aksi massa ini mendapat pengawalan aparat kepolisian. (R09)
Listrik Indonesia

