DUMAI (RIAUSKY.COM)- Sebagai daerah pengimpor bahan kebutuhan pokok dan sayuran, Kota Dumai terus berbenah untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan di daerahnya.
Apresiasi tinggi pantas diberikan kepada petani Dumai dan Dinas pertanian dan peternakan Kota Dumai yang sudah berhasil menjadikan Dumai bebas dari ketergantungan daerah lain atas kebutuhan beberapa bahan pokok diantaranya cabai.
Jika sebelumnya kebutuhan cabai Dumai dipasok dari Provinsi Sumatra Barat dan Sumatra Utara namun dalam beberapa tahun belakangan ini cabai asal Kota Dumai sudah menembus pasar Sumatera Barat yang notabenennya merupakan daerah penghasil cabai dan sayuran lainnya yang menjadikan Dumai sebagai daerah pemasaran mereka.
Tidak hanya Sumatera Barat, cabai petani Dumai juga sudah beresar di beberapa daerah di Provinsi Riau diantaranya Kota Duri, Bengkalis, Siak dan Pekanbaru. Bahkan petani Dumai juga sudah mengirim cabai hasil panen mereka ke Kota Batam, Kepulauan Riau.
"Dalam satu tahun Dumai bisa menghasilkan rataan cabai sebanyak 900 ton dan sudah sangat jauh melebihi kebutuhan Dumai. Dengan kata lain saat ini Kota Dumai sudah swasembada cabai," kata Hadiono, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Dumai.
Dikatakan pria berkacamata ini, saat ini luas lahan cabai kita ada sekitar 150 hektar dengan setiap hektarnya bisa menghasilkan cabai sebanyak 6 ton. Dimana untuk lahan cabai kita terbesar di Kecamatan Sungai Sembilan dan Kecamatan Medang Kampai.
"Saat ini cabai kita sudah dijual dibeberapa daerah di Provinsi Riau seperti Duri Bengkalis, Siak dan Pekan Baru. Selain itu cabai kita juga sudah menembus pasar Sumatra Barat dan Kepukauan Riau," jelas Hadiyono.
Keberhasilan kita dalam menciptakan swasembada cabai bukan tanpa halangan. Kondisi cuaca di Kota Dumai sangat mempengaruhi hasil panen cabai petani kita sehingga terkadang untuk kebutuhan cabai kita juga ada pasokan dari daerah Sumatera Barat namun semua itu dapat kita kendalikan.(R03)
Listrik Indonesia

