RIAUSKY.COM - Tomi (20), warga Jalan Menteng 7, Medan Denai, datang tergesa-gesa ke Mapolsek Medan Area, Sabtu (10/11/2018) sekira jam 13.40 wib.
Begitu tiba di pintu penjagaan Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK), Tomi yang ditemani tantenya Marlinda (27) mengaku telah ditipu seorang pria melalui pembicaraan telepon. Akibatnya, pengemudi Go-Jek itu kehilangan uang dari tabungan dari rekening bank.
Kepada petugas, pria tambun ini mencritakan kronologis penipuan terhadap dirinya dengan wajah terlihat pucat.
“Kejadiannya pagi tadi bang, di Jalan Garu Medan sekitar jam tujuh. Saya baru antar sewa (penumpang),” kata Tomi mengawali cerita.
Pada saat di jalan, ia mengaku di telepon seorang pria. Kepada Tomi, pria misterius yang tak diketahui namanya itu mengaku sebagai pihak Go-Jek dari kantor di Polonia Medan.
Karena dianggap penting, Tomi pun menghentikan laju sepeda motor matic yang dikendarainya, lalu mendengarkan intruksi si penelepon.
“Katanya saya disuruh ngisi saldo aplikasi ‘Go-Pay’ Rp700 ribu, buat memperbaharui data driver Go-Jek dan aplikasi saya. Memang saldo di Go-Pay saya tinggal Rp200 ribu,” terangnya seperti dikutip dari Metro24jam.com.
Demi kelancaran kerjanya sebagai driver Go-Jek bike, mahasiswa semester 4 Fakultas Hukum Universitas Darma Agung itu pun mengamini perintah pelaku dengan mendatangi grai ATM guna mentransfer uang dari rekening pribadinya kepada pelaku.
Untuk mempermudah upload aplikasi yang tengah diperbaharui, penelepon misterius itu pun meminta nomor rekening dan pin ATM milik Tomi.
“Uang dia ATM saya ada 2 juta lebih, terus saya transfer Rp700 ribu. Saya ikuti terus perintahnya dari telepon. Lalu dia minta nomor pin ATM dan Go-Pay saya,” ungkapnya sedih.
Setelah selesai, Tomi belum curiga. Sembari menunggu proses registrasi aplikasi baru yang dijanjikan pelaku, Tomi berencana pulang dan terus mengecek saldo Go-Pay dari handphonenya.
“Saya heran, Gope saya yang tadinya berisi saldo Rp 200 ribu, tersedot tinggal Rp 78 ribu. Lalu saya cek saldo ATM saya, rupanya juga habis. Padahal itu tabungan saya. Nilainya ada 2 juta lebih,” kenangnya.
Tomi pun berusaha menghubungi nomor yang tadi meneleponnya. Setelah berulang kali dicoba akhirnya tersambung juga. Sialnya, pria yang tadi menelepon Tomi malah terang-terangan mengaku telah menipunya.
“Saya pun bingung kok bodoh kali. Saya seperti terhipnotis gitu. Soalnya dia ngaku dari Go-Jek tempat saya kerja di Polonia Medan,” kesal Tomi.
“Kami telepon ke nomornya tadi. Eh, malah ketawa-ketawa orangnya dan mengatakan, “Mampus kalian’. Kan kesal kali jadinya,” timpal Marlinda.
Padahal, jelas Marlinda, ia sudah beberapa kali meminta keponakannya itu untuk tidak bekerja pagi tadi supaya bisa belajar di kamarnya untuk menghadapi ujian semester yang sudah dekat.
“Saya sudah larang dia narik pagi tadi, karena dia mau ujian. Tapi dia bandel dan fikirannya entah kemana,” gerutu sangat tante yang ikut cemas atas penipuan yang menimpa Tomi.
Tak berapa lama menjelaskan, Tomi dan tantenya pun akhirnya diarahkan polisi supaya membuat laporannya ke Polrestabes Medan, supaya pihak Polrestabes bisa cepat melacak pelaku dari alat di sana.
“Karena masalahnya menyangkut aplikasi, abang datang aja ke Polrestabes Medan. Di situ ada alatnya. Kita bukan tolak laporan abang, tapi supaya bisa cepat ditindaklanjuti dan dilacak pelakunya,” saran Bripka Poerba, petugas SPK Polsek Medan Area. (R03)
Listrik Indonesia

