KENA LAGI...Punya Saham Mayoritas, Tapi Inalum Tak Terima Deviden Freeport, Rizal Ramli: Loh, Katanya Sudah Diambil Alih...

Kamis,10 Januari 2019 | 04:41:44 WIB
KENA LAGI...Punya Saham Mayoritas, Tapi Inalum Tak Terima Deviden Freeport, Rizal Ramli: Loh, Katanya Sudah Diambil Alih...
Ket Foto : Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin dan CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Punya saham mayoritas, PT Inalum harusnya berkuasa dan mendapatkan porsi yang cukup besar  dalam pembagian pendapatan dari PT Freeport.

Sayangnya, hal tersebut tidak akan terjadi. PT Freeport dipastikan tidak akan membagikan porsi keuntungannya kepada PT Inalum. Alasannya, makin tak masuk akal, produksi PTFI menurun karena perpindahan dari tambang terbuka (open pit) ke tambang di bawah tanah (underground).

PT Freeport Indonesia yang baru diperpanjang masa operasionalnya tidak akan memberikan deviden untuk PT Inalum (Persero) yang memiliki saham mayoritas perusahaan tambang itu.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin, 

“Sudah dihitung, bottom line kita nggak pakai dividen dua tahun, 2021 mulai ada sedikit (keuntungan),” kata Budi di Jakarta, Rabu (9/1/2019) seperti dilansir dari rmol.co, Rabu (9/1/2019).

PT Inalum pada pekan ketiga Desember lalu membeli 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Untuk bisa mendapatkan kebanggaan sebagai pemilik saham mayoritas, Inalum lebih dahulu menjual bond di pasar global senilai 4 miliar dolar AS pada November 2018. 

Sementara 51 persen saham Freeport Indonesia itu dibeli senilai 3,85 miliar dolar AS.

Ekonom senior DR. Rizal Ramli yang sejak awal prihatin dengan cara-cara yang ditempuh pemerintah untuk mendapatkan saham mayoritas Freeport Indonesia tak dapat menyembunyikan rasa kagetnya mendengar PT Inalum tidak akan mendapatkan deviden selama dua tahun. 

“Loh, gimana sih. Katanya kemarin sudah bisa mengambil alih,” ujar Rizal Ramli dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu.
“Niki pripun Pak De,” kata dia lagi bertanya. 

Rizal Ramli termasuk dalam kelompok ekonom yang menilai pembelian saham Freeport Indonesia sebagai kejanggalan. Ada keanehan yang dibungkus jargon kebangsaan. Menurut hemat Rizal, sebenarnya Indonesia hanya perlu menunggu sampai Kontrak Karya berakhir 2021, dan kemudian memiliki perusahaan itu 100 persen.(R03)


FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
Loading...
Tulis Komentar Index »
Loading...
IKLAN BARIS