OKU (RIAUSKY.COM)- Seorang prajurit TNI di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, Kopral Dua Jeni tewas secara tragis.
Dia dikeroyok dan ditusuk lima orang tak dikenal saat menghadiri sebuah undangan pernikahan kerabatnya di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Belitang I, Kabupaten OKU Timur. Saat itu resepsi dimeriahkan hiburan organ tunggal yang berlangsung hingga larut malam.
Jeni, yang hadir bersama adiknya, diberi kesempatan untuk naik ke panggung dan menyanyikan sebuah lagu. Namun tiba-tiba lima pelaku yang belum diketahui identitasnya turut menaiki panggung.
Tanpa alasan jelas mereka pelaku menyerang korban. Jeni mengalami tiga luka tusukan di kepala dan dua tusukan di dada. Para pelaku melarikan diri usai mengeroyok.
Tanpa alasan jelas mereka pelaku menyerang korban. Jeni mengalami tiga luka tusukan di kepala dan dua tusukan di dada. Para pelaku melarikan diri usai mengeroyok.
Jeni sempat dilarikan ke RS Islam Taqwa Belitang, namun nyawa korban tidak terselamatkan. Korban yang bertugas di Satuan Puslatpur Kodiklat TNI AD Martapura-Baturaja, mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.
"Saat ini kami telah mengerahkan anggota untuk mengejar lima pelaku yang melarikan diri. Intinya pihak Kepolisian membenarkan ada kejadian yang mengakibatkan anggota TNI meninggal dunia," kata Kepala Polres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya.
Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya Kolonel Djohan Darmawan mengatakan, mengenai tewasnya Kopda Jeni, Denpom dan Polres OKU Timur masih menyelidiki untuk menangkap para pelaku.
Kopda Jeni, katanya, sempat diberikan pertolongan dengan dibawa ke rumah sakit setempat. Namun luka tusukan parah membuat korban tak bisa lagi tertolong.
Jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. TNI dan Polisi bekerja sama memburu kelima pelaku.
Ditambahkan Djohan Darmawan, untuk motif pengeroyokan belum diketahui secara pasti.
Namun, untuk identitas pelaku pengeroyokan dan penikaman sudah dikantongi oleh pihak kepolisian dan masih dalam pengejaran.
"Untuk pelaku indentitas sudah diketahui dan kini masih dalam pengejaran anggota Polres dan Denpom. Untuk motif masih didalami," ungkapnya.
Sementara Kapolres OKU Timur AKBP Erlintang Jaya saat ini dikonfirmasi juga membenarkan adanya pengeroyokan anggota TNI AD di Martapura.
Saat ini pihak kepolisian sudah mengantongi identitas pelaku dan sudah melakukan pengejaran.
"Intinya pihak kepolisian membenarkan ada kejadian yang menyebabkan anggota tersebut meninggal dan pelaku sudah kami ketahui dan dalam pengejaran pihak kepolisian. Sabar mudah-mudahan bisa segera tertangkap pelaku dan bisa kita proses," ungkapnya.(R05)

