BBKSDA: Ada Harimau Sumatera Mati Karena Tertabrak Mobil di Areal PTPN , Begini Kejadiannya...

Kamis,28 Februari 2019 | 15:50:49 WIB
BBKSDA: Ada Harimau Sumatera Mati Karena Tertabrak Mobil di Areal PTPN , Begini Kejadiannya...
Ket Foto : Harimau mati akibat perburuan. Foto: Hetanews

RENGAT (RIAUSKY.COM)- Masyarakat di Desa Tanah Datar, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu sedang dihebohkan dengan penampakan harimau dewasa dan dua ekor anaknya.

Penampakan harimau dewasa ini membuat warga was-was dan takut untuk keluar rumah, terutama pada malam hari maupun saat hendak berkebun. 

Namun, kisah tersebut tak kalah heboh dengan informasi tentang harimau dewasa yang mati akibat ditabrak oleh mobil di areal perkebunan PTPN  beberapa tahun lalu.

kisah harimau sumatera tertabrak mobil tersebut diungkapkan Humas BKSDA Rengat, Permohonan Lubis kepada wartawan di Rengat Rabu (27/2/2019). 

Disebutkan Permohonan, pada tahun 2008 lalu  BBKSDA pernah mencatat satu ekor harimau Sumatera mati ditabrak oleh mobil di sekitar lokasi PTPN di Kecamatan Rengat Barat.

“Umur harimau Sumatera yang mati ditabrak itu diperkirakan sudah berusia lima sampai enam tahun,” akunya.

Habitatnya berada di sekitar lokasi PTPN tersebut. Hal ini dibuktikan dengan temuan jejak-jejak harimau Sumatera di sekitar areal PTPN tersebut.

Sementara disinggung tentang harimau dan dua anaknya yang saat ini menghebohkan warga, Permohonan mengungkapkan, pihaknya sudah memasang kamera cctv di beberapa lokasi.

Tim BKSDA Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi kemunculan harimau Sumatera di Desa Tanah Datar, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu itu.

Tim juga sudah memasang kamera trap di dua titik sekitar lokasi kemunculan harimau Sumatera itu.

Namun hingga Rabu (27/2/2019) belum ada tanda-tanda kemunculan harimau Sumatera di sekitar lokasi tersebut.

Humas BKSDA Rengat, Permohonan Lubis mengatakan, harimau Sumatera tersebut diduga sudah meninggalkan lokasi tersebut.

“Pergerakan harimau Sumatera bisa mencapai radius 80 kilometer, jadi diduga harimau Sumatera itu sudah meninggalkan lokasi tersebut,” ungkapnya Rabu (27/2/2019).

Meski begitu, tim BBKSDA masih terus memantau di lokasi. Tujuanya untuk menjamin areal kemunculan harimau Sumatera tetap steril.

Terkait kemunculan harimau Sumatera tersebut, sebagaimana dilaporkan pekanbarumx.com,  ditemukan sejumlah kejanggalan di lokasi yang disebutkan oleh saksi yang melihat harimau tersebut.

Kejanggalan pertama tidak ditemukannya sisa makanan di lokasi tersebut.

“Biasanya induk harimau memberi makan anaknya meninggalkan sisa-sisa makanan,” kata Lubis.

Kemudian tidak ditemukan adanya kotoran di sekitar lokasi tersebut.

Oleh karena itu, untuk memastikan keberadaan harimau Sumatera itu, tim juga menanyai sejumlah warga di Desa Tanah Datar.

“Kita menanyakan warga sekitar, di lokasi tersebut biasanya terdapat banyak monyet. Namun selama seminggu belakangan, monyet-monyet itu tak nampak. Berarti ada harimau Sumatera di situ,” papar Permohonan Lubis.

Permohonan Lubis juga menjelaskan bahwa, hal itu sudah menjadi sifat alami hewan manjauhi wilayah yang dihuni oleh predator.

Namun apabila monyet tersebut kembali, maka harimau Sumatera tersebut diperkirakan sudah meninggalkan lokasi tersebut.

BKSDA mencatat empat kali kemunculan harimau Sumatera selama dua tahun belakangan.

Sebelum terlihat di Desa Tanah Datar, harimau Sumatera terakhir kali terlihat di Desa Payarumbai Kecamatan Seberida pada April tahun 2017 lalu.

Kemunculan harimau Sumatera di Desa Payarumbai juga terlihat bersama dengan anaknya.

Namun Permohonan Lubis tidak bisa memastikan harimau Sumatera yang terlihat di Desa Tanah Datar adalah sama dengan harimau Sumatera yang terlihat di Desa Payarumbai.

“Waktu itu ada anaknya juga, tapi tak bisa saya pastikan apakah itu Harimau yang sama, karena ketika dipasang kamera trap di lokasi itu juga tak nampak Harimaunya,” tegasnya.

Namun, Lubis memastikan bahwa ada sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Seberida dan Kecamatan Rengat Barat yang menjadi perlintasan harimau Sumatera.

Pasalnya semenjak 10 tahun belakangan, BBKSDA sudah mencatat sejumlah kasus kemunculan Harimau Sumtera di sekitar wilayah Kecamatan Rengat Barat dan Seberida.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seekor harimau betina dan dua ekor anaknya terlihat oleh warga Desa Tanah Datar, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Senin (25/2/2019).

Berdasarkan kesaksian Warsan (39), harimau terlihat di kebun miliknya di Jalur F. Mendapat laporan kemunculan harimau, Camat Rengat Barat Hendry dan tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Inhu langsung turun ke lokasi.(R04)


FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
Loading...
#Harimau Akar Mati Dibunuh di Duri Index »
Tulis Komentar Index »
Loading...
IKLAN BARIS