SIAK (RIAUSKY.COM) - Baru-baru ini Emak-emak dan masyarakat Kampung Tengah Kecamatan Mempura, sibuk berbenah mempercantik lingkungan bersejarah kawasan mereka.
Hasilnya suasana lingkungan jadi meriah, jalan-jalan utama kampung menjadi semakin bersih dan hidup, karna dihiasi payung warna-warni yang digantung. Hijaunya pemandangan tanaman-tanaman hias maupun tanaman obat keluarga (TOGA) juga semakin menambah kesan asri yang alami.
Maisaroh adalah salah seorang warga yang ditunjuk selaku Duta Toga, bercerita bahwa tanaman di sepanjang jalan Kampung Tengah itu adalah tanaman serai dan ada kebunnya tersendiri.
Ditambah lagi ada tumbuhan rosella dan kolam ikan serta sepeda wisata yang sengaja disediakan kepada pengunjung yang ingin berkeliling. Suasana kampung semakin terasa dengan tersedianya permainan rakyat seperti engrang dan gasing yang turut difasilitasi warga.
"Tanaman obat keluarga atau toga disamping bermanfaat untuk kesehatan, diharapkan secara ekonomi juga bisa menghasilkan pendapatan tambahan bagi kami," ujarnya menjelaskan.
Maisaroh tidak sendirian, ia dan teman-temannya dibantu dan dibina oleh dr Handry Kepala Puskesmas Mempura, bersama PKK Kecamatan dan PPL Mempura bergotong royong menghiasa Kampung tersebut.
Ditambahkan Handry, tahun ini Desa Kampung Tengah mewakili Kecamatan Mempura pada lomba Toga tingkat Kabupaten Siak. Kegiatan lomba tersebut merupakan kegiatan rutin Dinas Kesehatan untuk membina Kecamatan se-Kabupaten Siak.
"Tujuannya bukan hanya untuk mengikuti lomba dan meraih juara, namun ingin menjadikan Kampung Tengah tersebut menjadi wisata toga yang bisa memperoleh tanaman obat tradisional," tutur Handry seperti dilansir dari Xnewss.com.
Dokter muda itu menjelaskan, dari jenis-jenis tanaman toga yang berjumlah lebih kurang 110 jenis toga sangat bermanfaat bagi manusia. Dari segi khasiatnya dan terhindar dari paparan kimiawi serta juga murah meriah.
"Disetiap rumah disini, sudah menanam satu tanaman toga dan tanaman andalanya adalah rosella serta juga ada tanaman insulin hasil olahan sendiri," jelasnya.
Agar lebih menarik lanjut Hendry menjelaskan, kebun toga dan lokasi tempat penilaian tersebut dihias sehingga pengunjung dapat berfoto bersama tanaman obat sekaligus bisa mencicipi hasil olahan dari toga tersebut.
Tim Penilai dari Dinas Kesehatan Kabupaten Siak yang diketuai oleh drg. Hj Sumiati mengharapkan ada lahan yang disediakan sebagai ikon tanaman disetiap Kecamatan yang dapat dijual. Sebagai tanaman organik dan kebun buah-buahan yang langsung bisa dinikmati oleh pengunjung.
"Dengan adanya tanaman toga di pekarangan rumah bisa bermanfaat dari segi kesehatan dan secara ekonomi tanaman ini bisa menghasilkan pendapatan tambahan bagi masyarakat," ungkap Kepala Puskesmas Mempura. (R08)
Listrik Indonesia

