Makin Gawat, ASITA Riau Sebut Banyak Paket Wisata Batal Akibat Tiket Pesawat Mahal 

Kamis,06 Juni 2019 | 08:08:39 WIB
Makin Gawat, ASITA Riau Sebut Banyak Paket Wisata Batal Akibat Tiket Pesawat Mahal 
Ket Foto : Ilustrasi

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Riau menyatakan bahwa banyak masyarakat membatalkan paket wisata yang sudah dipesan lewat agen wisata. Hal itu akibat masih mahalnya harga tiket pesawat terbang.

"Hal ini jelas berdampak langsung pada lesunya usaha travel agent dan pariwisata di Riau," kata Ketua Asita Riau Dede Firmansyah di Pekanbaru, baru-baru ini.

Dia mengatakan beberapa agen mengeluhkan terpaksa membatalkan paket-paket tur wisata, terutama ke Jawa, akibat mahalnya tiket pesawat domestik.

Dede menjelaskan sejak Januari hingga Desember 2018 bahkan sampai saat ini, tren harga tiket pesawat domestik khususnya dari Pekanbaru ke sejumlah Kota di Indonesia belum menunjukkan penurunan seperti yang diharapkan masyarakat.

Bahkan, jelang Idul Fitri 1440 Hijriyah, harga tiket cenderung naik hingga mencapai Rp 2-3 juta untuk kelas ekonomi. Tak heran, banyak calon pemudik yang biasanya menggunakan jasa penerbangan kini banyak beralih menggunakan transportasi darat atau laut.

Menurut Dede, mahalnya harga tiket tidak hanya memberikan dampak terhadap penjualan tiket pesawat di kalangan agen wisata, tetapi juga berpengaruh terhadap lesunya berbagai sektor dunia pariwisata.

"Kita travel agent kan mau buat paket tur untuk bisa mewujudkan perputaran wisatawan Nusantara, sesuai keinginan kementerian pariwisata tapi kondisi saat ini belum mendukung," katanya seperti dikutip dari Antara.com.

Sejumlah penggunan jasa justru ada mengalihkan turnya ke Singapura dan Malaysia karena tiketnya jauh lebih murah. Menurut Dede, kenaikan harga tiket dapat dimaklumi jika terjadi di musim liburan seperti akhir tahun, karena fenomena itu biasanya dipicu oleh permintaan pengguna jasa penerbangan yang tinggi.

"Tetapi memasuki Januari dan Februari itu pasti turun biasanya, karena permintaan juga kurang. Makanya, saya heran, kok dari Januari sampai sekarang nggak turun-turun. Bahkan ada penerbangan yang katanya low cost carrier(LCC), tetapi harga bagasinya mahal," ujarnya.

Karena itu, Dede menawarkan solusi kepada Pemerintah agar membuka rute bagi maskapai (LCC) lainnya. Dede menyatakan sudah pernah mendesak Menteri Pariwisata untuk melakukan upaya agar harga tiket pesawat kembali murah, sehingga sektor pariwisata kembali bergairah.

"Saya sudah sampaikan ini langsung ke Menteri Pariwisata, supaya dunia pariwisata kita tidak lesu," ucapnya. (R04)


FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
Loading...
Tulis Komentar Index »
Loading...
IKLAN BARIS