RIAUSKY.COM - Anggota Ombudsman RI Alvin Lie menyebut, pembangunan bandara belum didasarkan atas kebutuhan, namun hanya mengejar gensi belaka. Pernyataannya itu bukan tanpa dasar.
Awalnya Alvin membeberkan bahwa segmentasi bandara itu haruslah jelas, misalnya untuk penerbangan regular, carter atau bandara untuk melayani perbaikan dan general aviation.
Contohnya di beberapa negara, lanjutnya, ada bandara yang digunakan untuk penyemprotan hama atau untuk kegiatan survei. Bandara yang spesifik itu ia bandingkan dengan bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.
Ini harus jelas dahulu. Kemudian ini pasarnya dari mana? Seperti Kertajati, sekarang bingung sendiri kan. Yang penumpang mau terbang ke Kertajati itu dari mana, Cirebon apa Bandung? Setelah turun, mau ke mana? ujar Alvin saat ditemui di Hotel Millenium Sirih, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (19/6).
Alvin menyayangkan kondisi bandara seperti Kertajati yang tidak jelas posisinya. Ia menyarankan, pembangunan bandara itu harus dilihat kebutuhannya, bahkan hingga 20 tahun mendatang.
"Misalnya landasan cukup 1.500 meter, cukup untuk jenis ATR, karena yang diangkut juga enggak banyak. Sasaran juga harus dipertimbangkan, penumpang atau barang?" papar Alvin seperti dilansir dari Gatra.com.
Oleh karena itu, Alvin menilai pembangunan bandara saat ini kurang kalkulasi yang matang. Banyak bandara yang dibangun justru terlihat dilandaskan atas rasa gengsi.
(Saat ini) setiap pembangunan harus jet, gedung terminalnya harus megah, gengsi, tapi yang diangkut apa, enggak jelas. Yang penting kan yang diangkut, itu merupakan penggerak roda ekonomi. Enggak usah gengsi-gengsian. Segmen harus jelas, jelas Alvin.
Lebih lanjut, Alvin menyebut pembangunan bandara juga harus dililhat geografisnya, untuk mempertimbangkan unsur keamanan dan penduduk yang bermukim di sekitarnya.
Pemilihan lokasi itu kan selain dari unsur safety, itu kan jumlah penduduknya. Sebab sebuah bandara, pasar utamanya adalah penduduk sekitar.
Kalau (pesawat di bandara) tidak mengangkut manusia, tapi mengangkut barang, industri atau perdagangan yang ada di sana apa. Volume yang dibutuhkan berapa, pesawatnya seperti apa. Tidak sedikit kok, ada maskapai yang khusus mengangkut kargo saja. Itu kan juga pasar tersendiri, tandas Alvin. (R04)
Listrik Indonesia

