Waduh, Kenaikan Gaji PNS, TNI, dan Polri Buat Desifit APBN Makin Lebar

Waduh, Kenaikan Gaji PNS, TNI, dan Polri Buat Desifit APBN Makin Lebar
Ilustrasi

RIAUSKY.COM - Peneliti Center of Reform on, Economics (Core), Yusuf Rendy Manilet, menilai kenaikkan Gaji seluruh aparatur sipil negara, TNI, dan Polri sebesar 5% turut memengaruhi pelebaran Defisit APBN pada semester pertama.

Selain itu, faktor lainnya adalah pencarian THR di akhir Mei, realisasi belanja kementerian itu untuk mendukung kegiatan mudik seperti untuk memperbaiki jalan, dan pemilu telah menambah konsumsi dan belanja pemerintah
 
"Kenaikan Gaji aparatur pemerintah sebesar 5%, dan pencarian THR di akhir Mei, realisasi belanja kementerian itu untuk mendukung kegiatan mudik seperti untuk memperbaiki jalan, dan pemilu telah menambah konsumsi dan belanja pemerintah," kata Yusuf, di Jakarta, kemarin.

Secara keseluruhan sepanjang semester I 2019 kinerja belanja negara tumbuh 10 persen atau mencapai Rp 1.035 triliun. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari periode sebelumnya yang sebesar 6 persen, sehingga berpotensi membuat Defisit anggaran.

"Akibatnya, terjadi Defisit anggaran terhadap PDB ditengah tak dapat mengimbangi penerimaan negara yang melambat hingga 8%," tambahnya seperti dikutip dari Akurat.co.

Dengan kondisi seperti itu, Core memperkirakan Defisit anggaran akan meleset dari Rp 135 triliun menjadi Rp 317 triliun - Rp 342 triliun.

Namun, kemungkinan membesarnya Defisit anggaran melebihi target ini tidak sepenuhnya buruk. 

"Jika melebar asal memberikan efek stimulus. Sayangnya cost anggaran untuk efek multiplier pertumbuhan justru minus. Secara realisasi pertumbuhan belanja modal menjadi 18 persen terhadap target," pungkasnya. (R04)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional