5.359 Murid PAUD di Rohul Pecahkan Rekor Dunia MURI Sungkeman Massal 

Rabu,23 Oktober 2019 | 13:46:15 WIB
5.359 Murid PAUD di Rohul Pecahkan Rekor Dunia MURI Sungkeman Massal 
Ket Foto : Manager MURI Triyono serahkan  ke Bupati Rohul H.Sukiman, Bunda PAUD Rohul Hj Peni Herawati, serta Kepala Disdikpora Kabupaten Rohul Drs H Ibnu Ulya M.Si, setelah sungkeman massal oleh 5.359 murid PAUD se Rohul.

PASIR PANGARAIAN (RIAUSKY.COM) - Sungkeman massal oleh 5.359 murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Rabu (23/10/2019), memecahkan rekor dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Sungkeman massal ribuan murid PAUD Rohul bersempena Gebyar PAUD Kabupaten Rohul tahun 2019 diadakan di Lapangan Kantor Bupati Rohul hanya untuk memecahkan rekor MURI.

Bahkan tidak disangka, ternyata Manager MURI, Triyono mengumumkan tradisi sungkeman massal yang dilakukan ribuan anak PAUD se-Kabupaten Rohul, berhasil memecahkan rekor dunia MURI.

Piagam penghargaan‎ pemecahan rekor dunia MURI diserahkan‎ langsung oleh Manager MURI ke Bupati Rohul Sukiman, Bunda PAUD Kabupaten Rohul Hj Peni Herawati, serta Kepala Disdikpora Kabupaten Rohul Drs H Ibnu Ulya M.Si.

Gebyar PAUD Rohul di lapangan Kantor Bupati‎ dibuka Bupati Rohul H. Sukiman, juga dihadiri Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Drs Maryana‎ M.Pd, Forkompinda, Sekda Rohul H Abdul Haris S.Sos, M.Si.

Juga hadir Manager MURI‎ Triyono, Praktisi PAUD Nasional Drs Sinong Widodo, Kreator Lagu Nasional Rosyid, Kepala PAUD dan Diknas Riau Akhyar S.Pd, M.Pd dan rombongan. Para Asisten, Staf Ahli, Kepala Badan/ Dinas, para Camat dan Bunda PAUD Kecamatan, serta para Kades/ Lurah bersama Bunda PAUD Desa.

Usai kegiatan, Manager MURI Triyono mengatakan sungkeman massal hanya dilakukan simbolis diwakili enam anak kepada Bupati Rohul dan pejabat Forkompinda dan tamu undangan.

Selebihnya, ribuan anak PAUD se-Rohul lainnya juga melakukan sungkeman kepada orang tua dan gurunya masing-masing di tenda yang disediakan panitia di lapangan Kantor Bupati Rohul.

Menurutnya, sungkeman sebelumnya sudah pernah dilakukan di Lapas Anak Tangerang Selatan dengan peserta sekira 3.000 anak, namun pesertanya tidak sebanyak sungkeman di Kabupaten Rohul dengan peserta mencapai 5.359 anak PAUD.

‎Jekasnya, sungkeman massal anak PAUD se-Rohul bisa masuk rekor dunia MURI karena sungkeman sudah dianggap sebagai khas dari budaya Indonesia, dan sudah masuk bahasa baku di Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI.

"Sebetulnya, memang dilihat dari sejarah, sungkeman identik‎ dengan dari keluarga-keluarga kerajaan di pulau jawa biasanya. Keraton-keraton mereka selalu melakukan itu," jelas Triyono.

Triyono mengaku ‎MURI memberikan piagam sungkeman terbanyak ini karena sudah terjadi degradasi moral atau etika di kalangan anak-anak Indonesia saat ini.

Berita di media massa dan media sosial, tidak sedikit anak-anak sekarang berani melawan guru, bahkan sampai memukul guru. Hal itu dinilainya telah terjadi krisis etika pada saat ini.

Triyono mengaperesiasi kegiatan yang diadakan Pemkab Rohul, karena melihat telah terjadi degradasi moral‎ atau kemunduran langsung bereaksi mengadakan sungkeman massal kepada orang tua dan guru tersebut.

"Diharapkan setelah besar nanti akan membekas dan mereka selalu hormat kepada orang tua, guru, atau orang yang lebih tua. Oleh karenanya MURI memberikan apresiasi sebagai rekor dunia," ucap Triyono.‎

‎Bupati Sukiman mengaku awalnya tidak menyangka bila sungkeman massal anak PAUD berhasil memecahkan rekor dunia MURI. Bahkan, Sukiman mengaku sempat menanyakan ke Manager MURI mengapa bisa menerima rekor dunia MURI.

Jelas Bupati Rohul, budaya sungkeman merupakan salah satu budaya Indonesia yang masih lestari, dan biasanya dilakukan saat-saat hari tertentu seperti hari hari keagamaan.

Tujuan dilakukan sungkeman massal ini diharapkan Bupati Sukiman berdampak positif bagi generasi muda di Kabupaten Rohul, sehingga mereka ‎selalu menghormati orang yang lebih tua.

"Berharap generasi muda kita, anak-anak kita memahami tentang budaya‎-budaya kita sendiri, kalaupun ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat tapi janganlah budaya kita dihilangkan, dan tidak terpengaruh budaya asing," harap Bupati.

Mantan Dandim Indragiri Hilir ini juga mengharapkan, para orang tua menanamkan budaya sungkeman dan saling menghargai sejak dini, sehingga mereka selalu menghargai antara satu dengan lainnya, termasuk dengan orang yang lebih tua.

"Agar ujungnya timbul suatu kedamaian yang kita inginkan. Mereka juga jangan terfokus dengan budaya atau pengaruh asing‎ dari handphone dan segala macamnya," harapan besar Bupati Rohul, Sukiman.

Sementara, Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud, Maryana‎, mengapresiasi dan mengucapkan sukses kepada Pemkab Rohul yang telah sukses menyelenggarakan Gebyar PAUD, terutama dengan tema Sungkeman Bagi Anak ke Orang Tua dan Guru.

"Ini merupakan wujud atau implementasi pendidikan karakter. Yuk, kita tanamkan dari anak usia dini kita membiasakan supaya anak didik, anak dari usia nol sampai enam (tahun) memberikan suatu penguatan pendidikan karakter," kata Maryana.

"Supaya anak-anak tersebut punya kepedulian kepada orang tua atau orang yang lebih tua, saling menghormati. Ini adalah wujud dari inti pendidikan karakter di Indonesia," kata Maryana.

Usai acara, Bupati Rohul Sukiman memberikan penghargaan kepada ‎Praktisi PAUD Nasional Sinong Widodo telah membuat lagu Mars PAUD Rohul. (Adv/Pemkab Rokan Hulu)


FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
Loading...
Tulis Komentar Index »
IKLAN BARIS