Jakarta Banjir Lagi, Anies Baswedan Dituding Tak Bisa Kerja dan Tak Mampu Memimpin Anak Buah

Jakarta Banjir Lagi, Anies Baswedan Dituding Tak Bisa Kerja dan Tak Mampu Memimpin Anak Buah
Gubernur Jakarta Anies Baswedan saat memantau kondisi banjir di Jakarta.Foto: tribunnews.

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Banjir yang kembali menerjang sejumlah wilayah DKI Jakarta membuat Gubernur Anies Baswedan kembali mendapat kritikan.

Ketua Forum Warga Kota Jakarta, Azas Tigor Nainggolan, menyebut Anies tidak bisa bekerja dan memimpin anak buah.

Hal ini lantaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dinilai terlambat dalam memberi respons bantuan maupun peringatan pada warga Jakarta.

"Perilaku selalu terlambat dalam mempersiapkan banjir Jakarta ini menunjukan bahwa aparat Pemprov Jakarta tidak bisa bekerja baik."

"Tidak bekerjanya aparat pemprov itu membuktikan bahwa Gubernur Jakarta tidak bisa bekerja dan tidak bisa memimpin anak buahnya," ungkap Tigor dilansir dari  Tribunnews melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/2/2020).

Menurut Tigor, sebagai pimpinan daerah Anies tidak memberi contoh baik.

"Gubernur tidak memberi contoh baik dan tidak bisa tegas terhadap anak buahnya yang tidak bekerja karena mereka semua sama-sama tidak bekerja untuk melayani warga Jakarta," ungkapnya.

Keterlambatan Pemprov

Tigor menyebut warga tetap saja tidak mendapatkan informasi peringatan dini dan bantuan darurat sebagaimana mestinya agar bisa lebih ringan kerugian akibat banjir yang terjadi.

"Selalu terlambat dan tidak berbuat apa-apa untuk warganya, itulah perilaku Pemprov Jakarta dalam setiap kejadian banjir Jakarta di 2020," ungkap Tigor.

Tigor menyebut Pemprov DKI Jakarta belum ada perubahan signifikan, terutama dari segi persiapan.

"Melihat banjir Jakarta hari ini, ternyata belum ada perubahan signifikan kesiapan Pemprov Jakarta. Masih saja warga Jakarta jadi korban, pemprov tetap tanpa persiapan secara baik," ujarnya.

Tigor menyebut paling tidak banjir telah terjadi sebanyak empat kali di tahun 2020 ini.

"Tempat atau titik banjirnya pun selalu sama," ungkapnya.

Pemprov DKI disebut Tigor tidak memberi peringatan dan bantuan darurat.

"Aparat Pemprovnya pun sama saja tidak melakukan tugas memberikan informasi peringatan dini (early warning system) dan bantuan darurat (emergency response system) secara baik," ujarnya.

Hal ini membuat warga Jakarta kembali menjadi korban banjir tanpa ada pertolongan dan bantuan dari pemprovnya.

Respons Anies

Sementara itu Anies Baswedan tampak mengunjungi Pintu Air Manggarai, Sabtu.

Anies pun mengungkapkan jajarannya telah siaga sejak Jumat (7/2/2020) sore melalui unggahan Instagramnya, Sabtu.

Sejak Jumat sore kita menyiagakan semua jajaran yang relevan. Curah Hujan yang tinggi di kawasan hulu terlihat dari ketinggian air di Bendung Katulampa di Bogor," ujarnya.

Anies menyebut ketinggian air di Bendung Katulampa Bogor mulai pukul 16.00 WIB terus meningkat.

Puncaknya, pada pukul 22.00 WIB ditetapkan level Siaga 3 atau Waspada.

"Seluruh jajaran mengabarkan ke kampung-kampung sepanjang bantaran sungai untuk bersiaga," ungkap Anies.?

"Sejak tengah malam, tim UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI mulai berjaga dengan semua alat berat untuk membersihkan 'debris' yang terbawa aliran sungai masuk ke Jakarta dan ditahan di pintu air manggarai," tambahnya.

Sementara itu pada Sabtu dini hari, alat berat mulai bekerja menindahkan debris dari badan sungai ke truk-truk.

"Dalam waktu 5 jam saja terangkut sekitar 200 ton sampah (25 truk)," ungkap Anies. ?

Lebih lanjut, ia mengungkapkan ketinggian normal di Pintu Air Manggarai pada musim hujan adalah 600 cm.

"Dengan kiriman air dari hulu sejak dini hari ini, ketinggian itu terus meningkat hingga mencapai posisi tertinggi di 925 (naik 3,25m) dengan status siaga 2 pada pukul 8 pagi. Pukul 9.00 pagi ini telah turun hingga 895 dan terus menerus surut," ungkapnya.?

Anies pun memberikan apresiasi kepada seluruh petugas.

Apresiasi pada semua petugas yang bekerja non-stop sejak kemarin sore hingga saat ini!?," ujarnya.(R04)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional