PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah kota Pekanbaru meraih penghargaan di bidang kearsipan tingkat nasional tahun 2019.
Penyerahan penghargaan atas prestasi itu dilaksanakan Rabu (26/2/2020) langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo kepada Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi di Solo.
Kearsipan pemerintah kota tahun 2019 meraih hasil mendapatkan nilai memuaskan. Ada peningkatan tahun 2019 ini karena masuk nilai A.
Sedangkan pada tahun sebelumnya, pada nilainya BB.
Nilai pengawasan kearsipan eksternal Kota Pekanbaru ada di posisi 14 dari 514 kabupaten/kota di nusantara.
"Ada peningkatan dari tahun 2018. Saat itu masuk kategori sangat baik, sedangkan kini memuaskan," papar Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi.
Wakil Wali Kota Ayat Cahyadi mengapresiasi kerja keras Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Pekanbaru. Ia berpesan agar meningkatkan kinerja.
"Ini prestasi luar biasa, seluruh OPD juga harus mengelola kearsipan dengan baik," ajaknya.
“Melalui penghargaan ini kita berharap khususnya kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan agar terus meningkatkan pengelolaan kerasipan. Tingkatkan terus, semoga tahun depan menjadi sangat baik,” pinta Ayat.
Wakil Wali Kota juga menambahkan, arsip merupakan saksi secara atau rekam jejak pemerintah dalam pelaksanaan berbagai program kegiatan dan pembangunan yang sudah dilaksanakan.
“Untuk itu, kepada seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota agar arsip ini diperhatikan dengan sebaik-baiknya. Karena begitu ada persoalan dengan hukum, arsip ini sangat penting,” harap Ayat Cahyadi.
Ayat menyebut bahwa nantinya harus dipersiapkan sarana dan prasarana kearsipan. Ia juga mengingatkan agar siapkan sumber daya kearsipan.
"Dispusip harus beri paparan kepada seluruh OPD, jadi bisa tingkatkan SDM kearsipan di OPD," paparnya.
Ayat juga berpesan agar seluruh OPD bisa menyimpan arsip dan data dengan baik. "Jangan sampai kita kerja arsipnya tidak ada," ujarnya.
Ayat berharap nantinya tahun 2020 bisa meraih pengelolaan sangat memuaskan. Arsip yang ada juga harus terdata dengan baik.
Kepala Dispusip Kota Pekanbaru, Nelfi Yona mengaku bangga dengan capaian ini. Pemerintah kota di tahun ini meraih capaian memuaskan tahun 2019.
"Kami terima kasih atas dukungan semua pihak," ulasnya.
Ia berharap nantinya bisa meningkatkan tata pengelolaan arsip.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi SSi, Kepala Dispusip Pekanbaru Nelfionna foto bersama Wakil Gubernur Riau Edy natar Nasution.
Sementara itu, dalam sambutannya, MenPAN-RB, Tjahjo Kumolo mengampresiasi positif keberhasilan instansi dan pemerintah daerah meraih sistem kearsipan terbaik.
Tjahjo menekankan pentingnya perbaikan sistem kearsipan. Pasalnya, arsip dinilai sangat penting untuk menjaga sejarah bangsa hingga aset negara. Lantas, politikus PDIP itu pun mencontohkan bahwa aset negara yang bermasalah karena tidak adanya arsip itu seperti halnya di Jakarta dan Solo.
"Saya ambil contoh di Solo, masalah Sriwedari, belum lagi masalah Benteng Vastenburg di Solo. Ini harus diselesaikan arsipnya," kata dia.
Sedangkan di Jakarta, Tjahjo menyinggung adanya gedung milik pemerintah yang hilang lantaran arsip kepemilikannya tidak ada. "Gedung hilang karena tidak bisa membuktikan. Ada sumber yang menginfokan kalau digugat lepas. Ini saya kira pentingnya arsip," ujar dia.
Dalam kesempatan itu Tjahjo juga menyampaikan dalam konteks reformasi birokrasi, masyarakat menginginkan layanan pemerintah yang cepat dan tidak terbatas jarak ruang dan waktu. Oleh sebab itu, dibutuhkannya sistem data berbasis elektronik khususnya data kearsipan untuk mengarah kepada sistem digitalisasi arsip.
"Dengan sistem tersebut diharapkan tercipta tata lintas data kearsipan yang terintegrasi, otentik, andal, dinamis, aman, secara cepat, simultan, dan terarah," ungkapnya.(adv/humas pemko pekanbaru)
Listrik Indonesia

