JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Ekonom yang juga mantan Menko Prekonomian, Rizal Ramli menyebutkan dirinya menyampaikan early warning kondisi perekonomian Indonesia di pemerintahan Joko Widodo yang sedang nyungsep.
Dia menyebutkan, alasan banyak pejabat yang mengatakan kelesuan ekonomi saat ini karena terpengaruh virus Corona hanyalah 'ngibul'.
Tanpa terpengaruh corona pun, Rizal menyebutkan, saat ini kondisi ekonomi Indonesia sedang anjlok karena salah kelola.
Hal tersebut diungkapkan Rizal Ramli dalam tulisannya yang dibagikan melalui akun facebook Rizal Ramli@drrizalramli pada Jumat (28/2/2020).
Tulisan yang sudah di-like sebanyak 6.600 netizen dan 2,1 ribu kali dibagikan tersebut dibanjiri natizen yang mengaku khawatir dengan semakin terpuruknya ekonomi nasional pasca merebaknya virus corona.
''Banyak pejabat yg ngaku virus corona nyaris tidak ada di Indonesia, tapi ketika index (5300) dan rupiah anjlok (Rp14.262) para pejabat semua bilang akibat corona. Padahal tanpa corona pun, ekonomi Indonesia semakin nyungsep karena salah-kelola. Benar-benar ilmu pengibulan sudah tingkat Dewa.
Analis-analis pasar modal dan ekonom-ekonom konvensional ndak bisa ramalkan apa yg terjadi hari-hari ini 6-12 bulan yg lalu. Mereka hanya bisa melakukan extrapolasi trend, tidak bisa memperkirakan akan ada ‘struktural break’. Itu terjadi 1996-1997, terulang kembali 2019-2020.
Maaf, media mainstream lebih banyak memuat penjelasan pejabat-pejabat yg rajin melakukan ‘self-denial’ dan ekonom-ekonom konvensional. Apalagi hari ini fatamorgana itu diperbesar oleh ‘influenser-influenser” dan buzzer-buzser bayaran.
Akibatnya beban krisis akan lebih besar untuk bangsa dan rakyat kita, karena rakyat dan bisnis terlena dgn fatamorgana itu, tidak bersiap-siap melakukan tindakan preventif. Kok ndak pernah belajar dari sejarah ?
Oktober 1996, Rizal Ramli via ‘Econit Economic Outlook’ meramalkan ekonomi Indonesia akan mengalami krisis akhir 1997 & 1998. Semuanya terjadi.
Pertengahan 2018, RR katakan ekonomi masuki zone lampu kuning, kalau tidak hati-hati, bisa masuk lampu merah akhir 2019-2020. Pak @jokowi Peringatan-peringatan itu adalah “Early Warning Sytem”, sumbangan pikiran RR agar RI tidak mengalami krisis kedua.
Biasanya di setiap peringatan-peringtan itu ada alternatif solusi. Jika diikuti 5 bubbles (gelembung2) itu: makro, gagal-bayar, daya beli, digital dan pendapatan petani bisa dikecilkan, sehingga krisis bisa dihindari. Tapi krn sikap tertutup & jumawa, mungkin krisis itu sulit dihindarkan.
DR. Rizal Ramli
28 Februari 2020''
Eneka komentar publik pun mendarat di akun facebook Rizal Ramli.Ada yang membenarkan dan mendukung analisis Rizal, namun tak banyak pula yang mengkritik.
Muhammad S******: ane selalu ngikutin postingan pak RR di twitter, dan mslh buble ini ane concern, makane pas kmrn rupiah menguat di 13500 dollar ga ada satupun yg ane lepas, ane hold semua, dan skrg beneran drop rupiah, ngeri eui dr 13600 menjadi 14400 dlm seminggu.
Bintan ****** Bpk pasti LBH tau dr pd kami rakyat kcl,,yg kami lihat selama ini yg kami rasakan mirip seperti pernyataan bpk,,,
Nas****** K**da Ketika kritik dibilang nyinyir doang g ngasih solusi.
Tapi saat diberi masukan tidak ditanggapi.
Mungkinkah kondisi sekarang memang sengaja dikondisikan seperti ini...??…
****** S***ban Waktu jadi Menteri... Belum ada hasil spektakuler yg kita lihat pak... Hanya complaining aja yg tampak dimuka..
Ju***** Sedih pak, dan ketika kami mengkritisi ekonomi indonesia dikira kita mengemis kepemerintah dan di sangka hidup kita tidak layak padahal kami bisa bekerja.
Setidaknya ada tak kurang 1.100 kaomentar mngiringi tulisan Rizal Ramli ini.(R04)

