SAMPIT (RIAUSKY.COM)- Sungguh membanggakan. Ke 3 siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan mewakili Indonesia pada Internasional Olimpiade Sains Pelajar di Istanbul, Turki.
"Alhamdulilah kami bisa mewakili Indonesia pada ajang Internasional Olimpiade Sains Pelajar di Istanbul, Turki," ujar Hanuf Nurwiyanti, salah satu siswi yang akan berangkat nantinya, Sabtu 29 Februari 2020.
Mereka mewakili Indonesia setelah berhasil meraih juara 1 lomba tingkat nasional sains dan teknik.
Mereka mengikuti sains penelitian ilmu hayati dengan mengangkat akar kayu laban sebagai pengobatan alternatif diabetes.
Mereka ikut lomba dengan mengirim hasil penelitian bahwa akar kayu laban bisa digunakan untuk menurunkan gula darah.
"Kami mengikuti lomba dan alhamdulilah materi kami diterima dan menjadi juara 1," katanya. Siswi yang akan berangkat yakni Nidauljannah dan Silvijah Lailatul Jannah dilanasir dari borneonews.
Dengan seorang guru pendamping saat ini terus mempersiapkan diri untuk berangkat pada Oktober 2020.
Sedangkan penelitian yang berhasil memebawa mereka menjadi juara pertama yakni memanfaatkan akar kayu laban sebagai obat alternatif penurunan gula dalam darah.
Mereka melakukan penelitian tersebut, setelah bertanya kepada sejumlah masyarakat dan langsung dilakukan uji laboratorium.
Ternyata hasilnya akar kayu laban mengandung senyawa kimia seperti saponin, tanin, alkaloid, dan steroid, sehingga berfungsi mengikat glukosa dalam darah.
Setelah dilakukan uji lab, mereka juga melakukan uji dengan dua orang koresponden yang mengidap penyakit diabetas. Hasilnya dalam sehari bisa langsung turun secara drastis gula dalam darah penderita penyakit tersebut.
"Saat ini koresponden kami juga semakin banyak, bahkan sudah lebih dari 10 orang dan alhamdulillah berhasil menurunkan gula dalam darah yang mereka indaf," terangnya.
Mereka juga sengaja mengembangkan penelitian ini, karena di Kalimantan, bahkan di Indonesia sangat banyak penderita penyakit deabetas.
Sehingga mereka mengangkat potensi alam kalimantan untuk menjadi salah satu alternatif obat penurun gula darah.
"Mudah-mudahan nantinya penelitian kami bisa dimanfaatkan bagi masyarakat dan penderita deabetas bisa menurun nantinya," harapnya.
Penggunaan akar kayu laban sebagai obat penurun kadar gula darah ini memang masih diteliti.
Mamun begitu, menurut penelitian etnobotani dari Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura, Pontinak, orang tua dulu menggunakan kulit kayu laban sebagai minuman teh.
Mereka mengambil langsung dari alam sekitar, terutama pada saat berladang. Kulit kayu laban selain bermanfaat sebagai minuman juga diyakini memiliki khasiat sebagai obat. Biasanya penggunanya adalah penduduk asli dari suku Dayak Pangkodan.
Pemanfaatan teh kulit kayu laban sebagai minuman teh sering dimanfaatkan pada saat kegiatan odi diladang. Odi adalah istilah kegiatan gotong-royong suku Dayak Pangkodan yang dilaksanakan di ladang, sawah dan dilakukan secara bergantian pada masing-masing orang yang akan berladang atau bersawah.
Odi dilakukan baik pada tahap pembukaan ladang mulai dari menebang pohon dan membersihkan lahan kemudian membakar lahan, menanam padi (nugal), menyiang lahan dari rumput sampai pada panen padi. Masyarakat umumnya menyebut minuman dari kulit kayu laban yang lebih dikenal sebagai teh kulit ngarot (bahasa daerah) atau teh kulit kayu laban.
Kulit kayu laban tidak hanya dimanfaatkan masyarakat sebagai minuman teh. Khasiat yang dimiliki kulit kayu laban yaitu sebagai obat sakit perut, selain itu membuat tubuh terasa segar.
Minuman dari teh kulit kayu laban dapat menjadi obat masuk angin, teh kulit kayu laban yang diminum sebelum makan tidak menyebabkan sakit “ulu hati” atau dikenal dengan penyakit maag, dan ada juga yang memasak kulit kayu laban untuk dijadikan minuman dikarenakan rasa dan baunya yang khas dan untuk mengurangi bau air gambut yang mereka ambil dari sekitar ladang atau sawahnya.(R04)

