PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Polisi berhasil mengungkap motif pembunuhan pengusaha tepung di Pekanbaru, Syamsul Bahri.
Dia dibunuh diduga terkait dengan sengketa jual beli lahan.
Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, mengatakan bahwa pembunuhan terhadap korban sudah direncanakan oleh tiga pelaku, Agus, David dan Madan. Perencanaan itu diotaki oleh Agus, yang sudah kenal baik dengan korban.
Pelaku ditangkap di tempat dan waktu berbeda. Ag dan Dv ditangkap di Pekanbaru pada akhir Februari 2020. Sedangkan Madan ditangkap di Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara pada Rabu (4/4/2020).
"Pelaku merencanakan dan mengeksekusi korban dengan cara dibekap. Terdapat luka sayat di leher yang dilakukan Md atas permintaan Ag untuk memastikan korban sudah meninggal," kata Agung, Kamis (5/3/2020) dilaporkan cakaplah.
Penangkapan ketiga pelaku dilakukan tim Reserse Kriminal Umum Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru dan Polres Kampar. Berawal dari laporan istri korban, Elsa Mega Firman (36) ke Polresta Pekanbaru yang menyebutkan suaminya hilang sejak Kamis (20/2/2020).
Jejak penemuan korban diketahui dari adanya mobil Isuzu Panther milik korban yang terbakar di Rantau Merangin, Kabupaten Kampar, Jumat (21/2/2020) malam. "Kita identifikasi dari nomor polisi diketahui itu milik korban Syamsul Bahri," kata Agung.
Polisi menelusuri rekaman CCTv di rumah korban. Didapat ciri-ciri pelaku dan identitasnya. "Di CCTv terlihat pelaku Madan menjemput mobil. Ditelusuri, ditemukan mobil yang digunakan pelaku," ucap Agung.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jasad Syamsul Bahri ditemukan sudah dalam kondisi membusuk dan sulit dikenali pada Senin lalu (24/2/2020) lalu, atau empat hari setelah dilaporkan hilang oleh istrinya atau tepatnya pada 20 Februari 2020.
Saat itu, istrinya melaporkan kalau Syamsul Bahri tidak pulang ke rumah. Keesokan harinya, aparat berdasarkan laporan warga menemukan mobil milik Syamsul Bahri, yakni minibus jenis Isuzu Panther di daerah Rantau Berangin.
Selanjutnya pada 24 Februari, diperoleh laporan kalau mayat Syamsul Bahri ditemukan di Kasikan, Tapung Hulu.
Saat itu, mayatnya ditemukan dalam kondisi terikat dan mata ditutup lakban dan tubuhnya mulai membusuk.
Pada beberapa bagian tubuhnya ditemukan bekas luka. Diduga Syamsul Bahri merupakan korban pembunuhan. (R05)
Listrik Indonesia

