Luhut Sebut Pemerintah Tengah Kaji Kebijakan Lockdown, ''Bisa Saja Besok, Lusa, Kita Tiba-tiba Lockdown Per Daerah''

Luhut Sebut Pemerintah Tengah Kaji Kebijakan Lockdown, ''Bisa Saja Besok, Lusa, Kita Tiba-tiba Lockdown Per Daerah''
Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan masih kajian mengenai lockdown atau karantina wilayah guna menangani penyebaran pandemi virus corona (Covid-19) yang berlangsung saat ini.

Luhut dalam postingan di akun pribadi Instagram @luhut.pandjaitan menuturkan saat ini pemerintah memang belum menghitung kemungkinan melakukan lockdown.

“Bisa saja besok, lusa, kita tiba-tiba (lockdown) per daerah. Daerah A mungkin kita karantina. Tapi kita tidak mengerti karena tidak ada istilah dalam UU mengenai lockdown atau karantina ini. Jadi kalau ada karantina kecamatan, desa, sampai nanti kota atau provinsi, kajiannya sedang berjalan saat ini,” katanya dikutip  liputan6 dari  Antara, Selasa (24/3/2020) lalu.

Luhut meminta segenap masyarakat untuk terus mendukung pemerintah dalam upaya menangani penyebaran virus corona. Menurut dia, diakuinya penanganan dari pemerintah memang masih bermasalah. Namun, ia meyakini upaya yang dilakukan semakin baik ke depan.

“Kita semua harus mendukung pemerintah. Jangan silang pendapat, jangan salahkan sana sini, karena pemerintah kan melihat dengan luas sekali. Tidak mungkin pemerintah careless (ceroboh) atau dikatakan Presiden ragu-ragu. Tidak,” ujarnya.

Jokowi Tak Akan Berlakukan Lockdown

Kasus orang yang positif Virus Corona semakin banyak hampir menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Namun hingga saat ini, Indonesia belum memberlakukan Lockdown di wilayahnya. Menurut Presiden Jokowi, kebijakan lockdown bukan langkah yang tepat untuk diterapkan di Indonesia.

“Perlu saya sampaikan setiap negara punya karakter yang berbeda-beda. Oleh karena itu kita tidak memilih jalan itu,” ujar Jokowi dilansir Liputan6.com, Selasa (24/3).

Kebijakan lockdown tersebut menurut Presiden Jokowi juga adalah kebijakan pemerintah pusat, bukan daerah. Presiden menekankan pelaksanaan social distancing atau memberikan jarak dengan orang lain.

“Menjaga jarak dan mengurangi kerumunan orang yang membawa risiko lebih besar penyebaran Covid-19, kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah perlu terus kita gencarkan untuk mengurangi tingkat penyebaran Covid-19,” ujar Jokowi.(R04)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional