PANGKALAN KERINCI (RIAUSKY.COM) - Bupati Pelalawan HM Harris menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 di Kabupaten Pelalawan, Ahad 5 April 2020.
Dari konferensi pers dengan sejumlah awak media di Posko Covid-19 kantor bupati, Senin (6 April 2020) bupati dua periode menyampaikan perkembangan terkini Covid-19.
Orang Dalam Pamantauan (ODP) berjumlah 655 terjadi sebanyak 55 orang dari sebelumnya 533.
Dengan rinciannya ODP sebagai berikut
1. Kecamatan Pangkalan Kerinci I adalah sebanyak 180 sebelumnya 136 orang.
2. Kecamatan Kuala Kampar 119 sebelumnya 130 orang.
3. Kecamatan Ukui 76 orang
4. Kecamatan Pangkalan Lesung 52 orang
5. Kecamatan Kerumutan 40 Orang
6. Kecamatan Pelalawan 29 Orang
7. Kecamatan Seikijang 27 Orang
8. Kecamatan Pangkalan Kerinci II sebanyak 25 orang.
9. Kecamatan Pangkalan Kuras I. Sebanyak 25 orang.
10. Kecamatan Pangkalan Kuras II. Sebanyak 29 orang.
11. Kecamatan Pelalawan 23 orang
12. Kecamatan Bunut 17 orang
13. Kecamatan Meranti 15 orang
14. Kecamatan Langgam 4 orang
Sementara persentase kenaikan ODP sebanyak 656 orang dikarenakan 50 persen pelaku perjalanan, 30 persen 30 mahasiswa dan pelajar dan TKI 20 persen.
Dan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sampai tanggal 6 April sebanyak 13 orang. Masing-masing 4 orang Pangkalan Kuras 1 orang dan Pangkalan Kerinci 3 orang dan dinyatakan sembuh dan pulang. Sementara PDP masih dalam rawat 7 orang.
Mereka dengan inisial DRS 65 tahun asal Kecamatan Ukui : masuk RS Selasih 28 Maret 2020 dan hasil swab 4 April 2020 negatif kondisi membaik dan pulang.
NR 26 tahun Kec.Pangkalan Kerinci: analisa RSUD Selasih, Isolasi mandiri (Rapid Test +)
JG 26 tahun Kecamatan Pangkalan Kerinci: anak ke 1 pasien Covid-19 Pelalawan saat ini isolasi di RS Awal Bros yang sebelumnya di rawat di RS Selasih 2 April 2020.
YG 27 tahun Kec.Pangkalan Kerinci anak ke 2 pasien Covid-19 dan diisolasi di RS Awal Bros
IG 17 tahun, Kecamatan Pangkalan Kerinci: anak ke3 pasien Covid-19 dan diisolasi di RS Awal Bros.
Pasien diatas sebelumnya dirawat di RS Selasih 2 April 2020.
Disampin itu, seorang dokter jaga RS Efarina inisial AS 30 tahun yang kontak lansung dengan pasien Covid-19 sewaktu di rawat di RS Selasih dan Swab diambil tanggal 24 Maret 2020 dalam status PDP isolasi sendiri.
Sementara itu. Langkah yang telah dieksekusi pemerintah lanjut bupati yang didampingi Wakil Bupati Drs H Zaredewan serta Dinas Kesehatan Asril adalah dengan melakukan penyemprotan disinfektan dilingkungan pasien Covid-19 dan ditempat umum yang diangkap perlu.
Kemudian tambah HM Harris, kepada masyarakat Ia meminta masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan pola hidup bersih dan Ikuti anjuran pemerintah. (R09)
Listrik Indonesia

