PADANG (RIAUSKY.COM)- Meski sudah ada imbauan dari pemerintah bagi perantau agar tidak mudik untuk sementara waktu di tengah wabah virus corona Covid-19, tetapi eksodus perantau tetap terjadi.
Dalam kurun waktu empat hari terakhir, jumlah perantau yang sudah memasuki Sumatera Barat tercatat lebih dari 20 ribu orang.
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat melakukan wawancara online, Senin (6/4/2020) menyebut 18.565 orang masuk melalui jalur darat, kemudian 6.051 orang melalui jalur udara.
"Ini semakin tidak terbendung, padahal pemerintah provinsi sudah mengimbau berkali-kali agar perantau menahan diri untuk sementara," ujarnya.
Menurut Nasrul, jika perantau mau mengikuti imbauan tersebut maka penyebaran virus corona Covid-19 diperkirakan lebih cepat selesai.
Namun, melihat situasi banyaknya yang masuk, pihaknya khawatir penanganan pandemi ini akan lebih lama. "Sekarang yang bisa dilakukan adalah memantau kondisi kesehatan perantau yang baru pulang," kata Nasrul.
Ia menjelaskan saat ini perangkat nagari (desa adat) dan RT serta RW mesti aktif melakukan pemantauan terhadap warganya yang baru tiba dari luar daerah.
"Masyarakat diminta tidak menganggap remeh virus corona ini," katanya.
Wakil gubernur menjelaskan masyarakat harus menyadari, bahwa dirinya bisa saja membawa virus tersebut meski yang bersangkutan tidak merasakan gejala.
Daya imun masing-masing orang itu berbeda, lanjutnya jadi kalau ada seseorang yang merasa baik-baik saja, tidak menutup kemungkinan di tubuhnya ada virus corona Covid-19 tersebut dan dapat menularkannya kepada orang lain.(R04)
Listrik Indonesia

