Hilang Saat Mandi, Tubuh Bocah 6 Tahun Ditemukan Tewas di Perut Buaya Raksasa, Kepalanya ....

Hilang Saat Mandi, Tubuh Bocah 6 Tahun Ditemukan Tewas di Perut Buaya Raksasa, Kepalanya ....
Ilustrasi buaya raksasa ditangkap warga

RIAUSKY.COM- Sempat dilaporkan hilang saat mandi di Pantai, Johari Hentihu (6) akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. 

Tubuhnya ditemukan di dalam perut seekor buaya raksasa sepanjang  4 meter yang ditembak mati  aparat kepolisian di Polairud Polda Maluku, pada Kamis (9/4/2020) petang. 

Sebelumnya, petugas kepolisian bersama tim SAR dan masyarakat berupaya melakukan pencarian korban di sejumlah lokasi tidak jauh dari Pantai Desa Waimangit. Namun, Johari Hentihu tidak ditemukan. 

Tiba-tiba, saat petugas melakukan pencarian dalam radius 60 kilometer dari Pos Sandar Polairud,  diperoleh laporan warga menemukan seekor buaya berukuran sangat besar. 

Warga mencurigai buaya tersebut  punya keterkaitan dengan hilangnya korban, sehingga dilakukan pengejaran. 

Buaya tersebut akhirnya ditembak. Sebanyak lima butir peluru dari  senapan petugas bersarang di tubuh predator ganas periaran itu.  Buaya itu pun mati dan lantas ditarik ke darat oleh petugas dan masyarakat. 

Karena kecurigaan masyarakat, akhirnya, buaya tersebut dibelah perutnya. Betapa kaget masyarakat ketika menyaksikan di dalam perut buaya tersebut ditemukan tubuh manusia, yang diduga adalah bocah malang itu. 

Hanya saja, saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam kondisi tidak utuh, kepalanya dilaporkan tidak ditemukan . 

Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Komisaris Besar Polisi Muhammad Roem Ohoirat, di Ambon, Jumat (10/4/2020)  membenarkan penemuan mayat bocah malang di dalam perut buaya raksasa itu.

''Buaya berukuran panjang lebih dari empat meter ini dilumpuhkan setelah ditembak polisi hingga lima kali," kata  dia.

Buaya itu ditembak dengan senapan serbu SS1 V5 berkaliber 5,56 mm sebanyak lima kali. Buaya itu pun mati.

"Kepala desa meminta personel Dit Polairud untuk mengeksekusi reptil yang dicurigai telah menelan korban," ujarnya.

Setelah itu, tim langsung menuju ke tempat yang disebutkan warga dan langsung menembak buaya itu.

Polisi bersama warga kemudian menarik bangkai buaya ini mendekat permukiman dan membelah perutnya. Jasad korban ditemukan namun kepala bocah itu tidak ada. 

Jasad korban langsung dibawa ke rumah duka dan selanjutnya dimakamkan keluarganya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang bocah  bernama Johari Hentihu dilaporkan hilang saat mandi di pantai Desa Waimangit, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Maluku. 

Bocah 6  tahun ini, pergi mandi bersama tiga  temannya. Namun ketiga teman memilih kembali duluan, hingga sore Johar tak kunjung kembali ke rumahnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Muslimin mengatakan, Johar dilaporkan hilang sejak Kamis, 8 April 2020 pukul 17.15 WIT. Atas laporan itu, team Rescue Pos SAR Namlea menuju ke pantai desa tersebut guna melakukan pencarian.

Tim SAR gabungan masih sementara melakukan pencarian.

"Setelah tiba di desa itu, tim SAR lalu berkoordinasi dengan potensi SAR guna membantu proses pencarian, namun tak ditemukan dalam operasi pencarian hari pertama ini, Rabu kemarin," ujar Muslimin, Kamis 9 April 2020.

Untuk operasi SAR hari kedua, Kamis 9 April ini, sudah dilakukan sejak pukul 07.00 WIT.

Dari keterangan Kades Waimangit, awal Johar bersama ketiga teman pergi mandi di pantai yang menjadi tempat titik koordinat pencarian ini, namun ketiga temannya tersebut duluan pulang.

Hingga Sore, Johar tak kunjung kembali. Warga sempat melakukan pencarian di sekitar pantai, hingga jelang malam tak ditemukan maka melalui Kades melapor. Dimana pantai ini, menjadi lokasi Johari mandi.

"Tim SAR gabungan masih sementara melakukan pencarian," ujarnya.(R04)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional