JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Gubernur DKI Jakarta meminta masyarakatnya tetap melaksanakan social distancing dan berada di rumah.
Hal tersebut diungkapkannya untuk mengantisipasi masyarakat mulai beraktivitas sebagaimana biasa dan tidak lagi memperhatikan social distance.
''Tetap disiplin lakukan sosial distancing. tetap disiplin dalam berinteraksi,'' kata Anies saat menjadi narasumber pada dialog Indonesia Lawyers Club di TVOne dengan tema ''Ibadah sampai mudik''.
Disebutkan Anies, ada perlambahan penambahan. Kalau dulu tambah 200, sekarang 150, variatif dan masih ada pertambahan.
''Tapi jangan sampai kita merasa Jakarta sudah merdeka lawan covid. Belum , kita belum merdeka. Kita masih harus serius menuntaskan Covid-19 ini,'' kata dia.
Soal covid ini di Jakarta, lanjut Anies, kasusnya masih bertambah. Tapi memang pertambahannya masih lebih kecil dari waktu-waktu sebelumnya.
Kapan selesainya, kapan turunnya, haru saya jawabm saya juga tidak tahu. Kita tanya kepada ahli, tapi jawabannya variasi. Saya tidak pernah memprediksi ini bisa selesai.
Jadi Kapan? Kita serahkan pada epidemologis, mereka yang tahu, mereka yang membuat model memprdiksi pola penularan dan perilaku dan lain-lain.
Satu hal yang pasti, Tugas kita pemerintah bukan membuat prediksi, tapi kita menyiapkan atas semua kemungkinan, menyiapkan pencegahan, menyiapkan fasilitas kesehatan.
Jangan kendor, ini perjuangan belum selesai, Kita belum tahu, apakah yang disebut perlambatan penambahan ini fenomena jangka pendek, atau fenomena menurun saya tidak tahu.
Kita baru tahu ini sesudah kita lewati minggu depan atau 2 minggu lagi.
Karena itu, jangan mengubah mode. Selama PSBB, voluma kendaraan berkurang 80 persen menggunakan kendaraan umum. Kendaraan pribadi tinggal 46 persen atatinya, 54 persen tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi.
Tim epidemologis membuat kajian, hampir 40 persen penduduk jakarta berada 200 meter dari rumah. angka ini harus kita dorong lebih itnggi. Kalau kita bisa dorong sampai 80 persen selama bulan puasa ini, berada di rumah, kita berharap kecepatan memutus mata rantai ini bisa makin singkat.
Kita memahami, betapa sulit situasi sekarang, yang mau mencari mata pencaharian, mau beribadah, yang mau berkegiatan sosial, itu semua terhambat karena situasi ini. Ini bukan sesuatu yang mudah diambil kombinasinya.
Kita tak bisa membuat keseimbangan. Kita harus memilih prioritas yang mana. faktanya begitu.
Dalam pada itu, Anies juga menyebutkan, ''Kalau kita longgarkan, kita langsung bisa prediksi 2 minggu lagi, 3 minggu lagi, akan ada peningkatan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), akan terjadi peningkatan kasus-kasus di rumah sakit.
Karena itulah, disiplinkan, pendek, mudah-mudahan, tidak nyaman, tapi kita bisa selesaikan lebih cepat.
''Banyak yang sudah yang buktikan bahwa keseriusan kolektif ini berdampak. di Jakarta sendiri, saya bisa sampaikan merasa bersyukur, porsi besar masyarakat jakarta memilih untuk berkegiatan di rumah. ini terliaht dalam angka-angka yang disampaikan.
Sekarang tinggal kita tuntaskan. jangan tanggung. mudah-mudahan selama bulan ramadhan ini kita bisa menahan sehingga apa yang kita lihat sebagai fenomena 1-2 hari ini bisa berdampak panjang,'' kata dia.
Dia kembali mengingatkan, kalau pesan yang keluar sekarang adalah Jakarta sudah aman, Jakarta sudah turun, situasi ini akan kembali tidak terkendali dan efeknya akan kita lihat 2-3 minggu lagi.(R04)

