JAKARTA (RIAUSKY.COM) - Ekonom senior Faisal Basri menyinggung minimnya jumlah pemotongan anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk penanganan pandemi corona atau Covid-19.
Faisal menjelaskan, alokasi anggaran Kemenhan setelah dipangkas Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi Rp 122,4 triliun.
"Anggaran terbesar, dipotong cuma sedikit dari Rp 131 triliun. Memang untuk perang-perang, perlengkapan persenjataan kita perlu, tapi kan bisa ditunda, tidak harus sekarang," ujarnya saat teleconference di Jakarta, Rabu (13/5/2020) dilansir dari tribunnews.com.
Namun, ia menyampaikan, juga tidak tahu maksud politiknya dari ditunjuknya Prabowo Subianto menjadi menteri pertahanan.
"Kenapa Prabowo jadi Menteri Pertahanan, kita tidak tahu. Kalau ini jangan diganggu anggaran saya, kalau semua bilang jangan diganggu ya repot," kata Faisal.
Selain itu, pemotongan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga menjadi sorotannya.
"Kemudian, PUPR dari Rp 120 triliun dipotong cuma jadi Rp 95 triliun. Saat krisis, pertama kali yang ditunda itu adalah proyek besar, tapi proyek Ibu Kota jalan terus," kata Faisal Basri.(R04)
Listrik Indonesia

