RIAUSKY.COM - Politisi PDIP yang juga anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengkritik pemerintah terkait mahalnya biaya tes Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19.
Apalagi dengan situasi krisis ekonomi akibat pandemi covid-19 ini, belum lagi adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan momen Covid-19 untuk meraup keuntungan pribadi.
Untuk itu, dia meminta negara harus bertindak power full membasmi pihak yang nakal, jangan sampai ada pelaku usaha mencari untung yang tidak masuk akal.
“Seharusnya di tengah kondisi yang serba sulit ini, saling bahu membahu, gotong royong meringankan beban rakyat,” ujarnya di Gedung DPR, Rabu (1/6/2020).
“Makanya saya katakan, negara harus power full dalam pengadaan reagen. Karena bahan kimia yang sangat vital tersebut selalu dibuat sebagai alasan sehingga biaya tes PCR mahal,” sambungannya.
Tak cuma itu, Handoyo juga menyingung soal biaya tes PCR mandiri yang berbeda di rumah sakit swasta dan poliklinik.
Menurutnya kalau biaya tes PCR mahal, masyarakat yang mengalami gejala Covid-19, seperti demam atau sesak nafas, tentunya enggan untuk melakukan tes PCR secara mandiri.
Akibatnya, itu banyak masyarakat juga merasa berat membayar biaya rapid test yang jauh lebih murah dibanding tarif tes PCR yang mencapai dua hingga tiga jutaan.
“Kasihan rakyat jangan dibebani,” pungkasnya sebagaimana dikutip dari Pojoksatu.id. (R04)
Listrik Indonesia

