RIAUSKY.COM - Aksi marah-marah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat kabinet beberapa waktu lalu memang sangat menyita perhatian publik.
Tak ayal, kemarahan presiden tersebut menuai sejumlah respon dari berbagai pihak berkaitan dengan isu perombakan kabinet.
Sejumlah orang menganggap kemarahan Jokowi tersebut perlu untuk meningkatkan kinerja menterinya dalam menangani pandemi Virus Corona.
Namun beberapa orang menyangsikan bahwa kemarahan Jokowi tersebut merupakan sesuatu yang nyata dan tidak dibuat-buat.
Dilansir akun YouTube Indonesia Lawyers Club (ILC), Rabu (1/6/2020), pengamat politik dan seniman ternama Sudjiwo Tedjo angkat bicara terkait hal tersebut.
Meski pun telah lama berkecimpung di dunia akting, Sudjiwo Tedjo mengaku tidak bisa membaca ekspresi Jokowi. Ia mengatakan tidak mampu membedakan apakah presiden saat itu hanya akting atau benar-benar marah.
"Saya tidak bisa menilai Pak Jokowi ini akting atau nggak walaupun saya guru akting dan pekerjaan saya akting," ujar Sudjiwo Tedjo.
Namun, Sudjiwo Tedjo membeberkan cara untuk melihat apakah Jokowi pada tayangan tersebut benar-benar marah atau tidak.
Ia menjabarkan bahwa jika kinerja kementerian dinilai makin baik, maka Jokowi saat itu bisa jadi benar-benar marah.
Dan kalaupun kinerja kabinet yang dibawahi Jokowi tersebut tidak membaik, maka akan dilakukan perombakan atau reshuffle.
Sebaliknya, bila kinerja kementerian tidak semakin membaik dan tetap tak ada reshuffle, maka bisa dipastikan kemarahan Jokowi dalam video sebelumnya hanyalah sebuah akting.
"Serius atau nggaknya Pak Jokowi marah ini adalah dilihat dari apakah kinerja kementerian makin baik," ujar Sudjiwo Tedjo.
"Kalau nggak makin baik apakah ada reshuffle."
"Kalau itu ada, berati kemarahan tanggal 18 Juni itu kemarahan yang serius," tandasnya. (R01)
Sumber: Tribunnews.com
Listrik Indonesia

