PANGKALAN KERINCI (RIAUSKY.COM) - Pesta Demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Pelalawan memanas. Warga menuding Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tak netral menjalankan amanatnya.
Tidak netralnya Bawaslu ini, menurut Daeng Zalim (48) salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Kuala Kampar, terlihat, dari tidak diproses pihak paslon yang dengan sengaja menyelipkan paket dan stiker salah satu Paslon. Tentunya perbuatan ini menyalahi prosedur dan memiliki maksud memanfaatkan bantuan sembako dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk kepentingan paslon tersebut.
"Disini sangat jelas, Bawaslu tidak menunjukkan netralitas dan terkesan Bawaslu menunjukkan keberpihak kepada salah satu Paslon," jelas Daeng Zalim, kepada media ini, Senin (12 Oktober 2020)
Dengan demikian sambung Daeng, sikap yang ditunjukan Bawaslu Kabupaten Pelalawan mencerminkan adanya keberpihakan tertentu.
"Dividio viral jelas ada penyimpangan disana, lantas kemana perginya Bawaslu. Mereka diam dan tindak meproses temuan tersebut. Tapi sikap berbeda ditunjukan kepada mereka yang lebel PNS. Menghadiri undangan acara keluarga dipermasalahkan, sebab yang mengundang keluarga salah satu timses, padahal kami hidup di kampung, tentu dengan banyak sanak famili," urainya lagi.
Guna melakukan klarifikasi dugaan ketidak netralitas Bawaslu oleh warga, media ini belum mendapatkan konfirmasi pihak Bawaslu. (R09)
Listrik Indonesia

