Pengusaha di Meranti Akhirnya Terima Produk UMKM

Pengusaha di Meranti Akhirnya Terima Produk UMKM
Pertemuan antara jajaran Disperindagkop Kepulauan Meranti dengan para pelaku usaha.

SELATPANJANG (RIAUSKY.COM)- Setelah dilakukan beberapa kali penjajakan,akhirnya para pengusaha di Kabupaten Kepulauan Meranti bersedia untuk memajang dan menempatkan produk UMKM di swalayan mereka. 

 
Awalnya, sejumlah pemilik usaha sempat menolak hingga dilakukan pemanggilan oleh Disperindagkop UKM Kepulauan Meranti.
 
"Kita menekankan kepada mereka untuk menerima titipan produk UMKM, setelah di lakukan mediasi antara pelaku UMKM dan pemilik swalayan akhirnya di temukan kesepakatan dimana pihak swalayan bersedia menerima dan menyediakan tempat khusus produk UMKM dengan syarat produk yang tidak laku bisa di kembalikan," kata Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Kepulauan Meranti, Syamsuar Ramli, Kamis 3 Maret 2016.
 
Dijelaskannya, upaya yang dilakukan ini adalah untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dengan memberdayakan produk lokal. Dimana produk luas bebas memasuki Indonesia yang di khawatirkan bisa menyingkirkan dalam negeri.
 
"Saat ini kita sudah menghadapi MEA, di mana produk-produk dari luar akan masuk ke Indonesia dengan bebas. Jika kita tidak mencintai produk lokal, bisa jadi banyak pengusaha kita yang gulung tikar. Dalam aturannya, peluang produk lokal untuk bisa tembus ke pasar swalayan sangat besar. Hanya saja, sayangnya belum seluruh produk lokal yang sudah berkembang mampu tembus ke pasar modern. Penyebabnya, beragam, bisa jadi kebijakan tersebut masih belum tersosialisasi dengan baik dan kemasannya, kalau untuk citarasa produk kita tidak kalah jauh,"kata Syamsuar.
 
Syamsuar juga menilai itu merupakan senjata ampuh dalam menghadapi MEA. Namun, menurutnya tidak cukup sampai di situ saja, karena para pekerja pun harus meningkatkan kualitas baik dari sisi produk dan pekerjaannya. Sebab, kata dia, dengan meningkatkan kualitas dan etos kerja maka pelaku usaha dalam negeri siap bersaing dengan pelaku usaha dari luar. Hanya saja perlu sinergitas antara pekerja dan pengusaha agar hal tersebut bisa diwujudkan.
 
"Peluang sudah diciptakan agar produk lokal bersaing,namun harus dengan perbaikan kualitas produk lokal. Misalnya saja,dalam pengemasan produk dan lain sebagainya. Untuk mengantisipasi hal tersebut kami sudah memberikan pelatihan baik mutu dan seluruh perizinan seperti juga label halal," jelasnya. (R16)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional