PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Bapenda Pekanbaru menyerahkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (SPPT PBB P2) Tol Pekanbaru- Dumai (Permai) kepada PT Hutama Karya.
Penyerahan SPPT PBB P2 untuk ruas Tol Pekanbaru- Dumai tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi di aula Kantor Waki Kota Pekanbaru di Tenayan Raya, Selasa (6/7/2021).
Penyerahan SPPT PBB P2 ruas tol Pekanbaru-Dumai ini merupakan tindak lanjut dari penilaian Objek Pajak Khusus PBB-P2 Tol Pekanbaru-Dumai bersama antara PT Hutama Karya (HK) bersama Bapenda Pekanbaru yang dilaksanakan menjelang akhir Mei 2021 lalu.
Dalam penjelasannya, Kepala Bapenda Pekanbaru, Zulhelmi Arifin memaparkan sejumlah proses yang telah dilakukan dalam menentukan nilai objek pajak PBB P2.

Kepala Bapenda Pekanbaru Zulhelmi Arifin menandatangani SPPT PBB P2 ruas Tol Pekanbaru-Dumai disaksikan Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi SSi.
Tak hanya Kota Pekanbaru, namun juga beberapa kabupaten dan kota yang wilayahnya bersinggungan dengan ruas tol Pekanbaru-Dumai.
''Panjang jalan Tol Permai mencapai 131 kilometer, membentang di wilayah Kota Pekanbaru, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak hingga Kota Dumai,'' ungkap Zulhelmi yang akrab disapa Ami.
"Sebelumnya, kami sudah membahas hal ini dengan seluruh Bapenda di Riau yang jadi perlintasan tol ini. Ada empat Bapenda sudah menggelar diskusi untuk membahas hal pengoptimalan pendapatan daerah dari PBB. Mereka juga menandatangani nota kesepahaman terkait penilaian bersama PBB-P2 atas objek PBB Tol Permai ini,'' papar dia lagi.

Kepala Bapenda Pekanbaru Zulhelmi Arifin saat memberi sambutan pada acara penandatanganan dan penyerahan SPPT PBB P2 di aula Kantor Wali Kota Pekanbaru.
"Jadi, kami melakukan penilaian secara bersama soal besaran nilai pajaknya. Lalu, kami membuat satu standar penilaian yang sama," ujar Ami.
Dari penilaian bersama dengan daerah yang bersinggungan, dengan panjang ruas tol 131,5 kilometer tersebut, diperoleh panjang wilayah dan nilai potensi PBB P2 untuk tiap-tiap daerah.
''Kota Pekanbaru sepanjang 3,3 KM sebesar Rp1,4 miliar, Kabupaten Kampar sepanjang 8,8 KM sebesar Rp2,3 miliar, Kabupaten Siak sebesar Rp8,9 miliar, Kabupaten Bengkalis sebesar Rp12,2 miliar dan Kota Dumai sebesar Rp4,4 miliar. Total potensi Tol, ruas Pekanbaru-Dumai sebesar Rp29,7 miliar," ujar Zulhelmi.
Nah, khusus untuk wilayah Pekanbaru ditetapkan dengan panjang 3,3 kilometer persegi, dengan nilai PBB P2 sebesar Rp1,4 miliar.
''SPPT ini yang kita serahkan hari ini,'' ungkap Ami.
.png)
Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi, Kepala Bapenda Pekanbaru foto bersama kepala daerah dan pihak terkait.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi mengapresiasi progres penilaian, penandatanganan hingga penyerahan SPPT PBB P2 yang dilakukan oleh Bapenda Pekanbaru kepada PT Hutama Karya.
Disebutkan Ayat, PBB adalah salah satu tulang punggung dari pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.
Dengan PBB yang dihimpun dari masyarakat, termasuk pelaku usaha, diharapkan Pemerintah Kota Pekanbaru bisa menyiapkan fasilitas pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat maupun dunia usaha.

Perwakilan manajemen Hutama Karya saat memberi sambutan.
Keberadaan ruas Tol Pekanbaru-Dumai ini, sebut Ayat, bukan saja membuka akses antar wilayah di Riau menuju Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi. Namun juga mendukung percepatan pembangunan dan meningkatkan kemudahan bagi arus manusia maupun barang dari dan menuju Kota Pekanbaru.
Dengan semakin tingginya arus manusia dan barang yang melintas di ruas tol Pekanbaru-Dumai ini, Ayat menyebutkan, bukan saja menguntungkan bagi pengelola, namun juga bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
Karena itulah, sebut Ayat, sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi sangat penting, termasuk di antaranya dengan pengelola Tol Pekanbaru-Dumai ini.
Penerimaan dari PBB P2 ini, akan menjadi pendapatan asli daerah (PAD) kota Pekanbaru dan daerah-daerah lainnya.

Wakil Wali Kota Pekamnbaru Ayat Cahyadi bersama Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto dan Wali Kota Dumai Faisal saat mengikuti pemaparan.
Dengan dibukanya akses tol ini, bagi Pemko Pekanbaru tentu saja bukan saja meningkatkan daya dukung pembangunan, namun juga menjadi tantangan untuk bisa menyiapkan prasarana pendukung yang lebih baik lagi untuk masyarakat yang akan datang.
''Ini sekaligus tantangan bagi kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi mereka yang datang. Pekanbaru berbenah bukan saja sebagai kota untuk perdagangan namun juga dipersiapkan untuk kota jasa, juga pariwisata dan MICE,'' ungkap Ayat.
Ayat menjelaskan, tidak jauh dari gerbang Tol Pekanbaru-Dumai di perbatasan Muara Fajar dan Minas, ada Tahura Sultan Syarif Kasim.
''Potensi pariwisata yang kita harapkan bisa meningkatkan datya saing dengan keelokan alamnya yang masih terjaga, termasuk juga flora dan faunanya. Jaraknya hanya 2 atau 3 kilometer saja dari gerbang tol ini,'' ungkap Ayat.
Dijelaskan dia, bila ditata, dikelola bersama dengan baik, Tahura ini bisa jadi daya tarik wisata alam di Pekanbaru dan Riau pada umumnya. Karena itulah, perlu pembenahan infrastruktur yang baik juga untuk bisa memenuhi harapan tersebut.
Tak lupa pada kesempatan itu, Ayat Cahyadi menyampaikan apresiasi untuk besaran potensi PBB P2 yang ada pada masing-masing daerah di sepanjang bentangan tol Pekanbaru-Dumai ini.

Manajemen PT Hutama Karya saat menandatangani naskah penyerahan SPPT PBB P2 disaksikan kepala daerah Pekanbaru, Kampar, Dumai, Siak dan Bengkalis.
Dia tidak menafikan bahaw PBB menjadi faktor penting dalam menunjang pembangunan di tengah kondisi pande Covid-19 ini.
''Mudah-mudahan pandemi ini segera bisa berakhir dan aktivitas masyarakat termasuk dunia usaha bisa kembali pulih,'' harap Ayat.
Ikut hadir pada kesempatan penandatanganan sekaligus penyerahan SPPT PBB P2 tersebut perwakilan dari Badan Pertanahan Nasional dan ATR, PT Hutama Karya, juga Bupati dan Wali Kota di sekitar ruas Tol Pekanbaru-Dumai.
Masih pada kesempatan serupa, Bapenda Pekanbaru juga memperkenalkan aplikasi Sistem Kinerja Tenaga Harian Lepas atau disingkat Sinergas.
Aplikasi ini disediakan untuk memantau kinerja dari jajaran tenaga harian lepas (THL) Bapenda Pekanbaru dalam upaya kedisiplinan maupun peningkatan penerimaan daerah.(Galeri Foto)

