SIAK (RIAUSKY.COM)- Pemerintah kabupaten Siak melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) ke-4 sekaligus Konsultasi Publik Ke-2 Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Arahan Prioritas Nasional Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kamis (21/10/2021).
FGD sekaligus konsultasi publik tersebut juga dihadiri Bupati Siak Alfedri, Wakil Bupati Husni Merza, Kepala Dinas PU Tata Ruang dan Permukiman Siak Irving Kahar.
Acara dilaksanakan di Ruang Rapat Zamrud Komplek Perumahan Abdi Praja, Siak Sri Indrapura.
Pada kesempatan tersebut, juga ikut hadir Deputi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Adrianus Akasa Ajie Dharma, Tim Leader Penyusunan Perencanaan KITB Adam Syah Adikara, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Siak Amin Budyadi, serta OPD terkait.
Pertemuan ini membahas progres pekerjaan sekaligus rencana kerja penataan pemukiman di sekitar KITB.
Juga pembahasan mengenai perencanaan struktur, dan pola yang berkaitan dengan arahan peraturan zonasi dalam penyusunan RDTR sekitar KITB.
Bupati Alfedri menyampaikan konsultasi publik ke-2 ini terkait dengan penyusunan RDTR di KITB yang mencakup tiga desa, Mengkapan, Sungairawa, Rawamekar.
Bupati Alfedri berterima kasih kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang yang sudah dua kali memprogramkan RDTR di Kabupaten Siak.
"Tentu dengan adanya RDTR akan memberikan kepastian bagi calon investor dan bagi kami pemangku kepentingan, dalam pengembangan dan penataan kawasan industri, karena sudah diatur secara detail," kata Bupati Alfedri.
Dia juga menjelaskan, bagi Pemkab Siak, kepastian tersebut juga akan didukung dengan kemudahan perizinan untuk investasi.
''Aktivitas investasi harus dipermudah, apalagi saat ini pemerintah sudah menyiapkan dukungan lewat aplikasi Online Single Submission (OSS). Jadi, kalau investor hendak berinvestasi di KITB tinggal melihat di OSS dan lihat RDTR," tambah Bupati Alfedri.
Lebih lanjut Bupati Alfedri mengatakan, KITB terus berbenah sebagai lahan investasi yang menjanjikan.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, yang dapat dikembangkan sebagai kawasan investasi strategis nasional.
"Potensi dan peluang investasi di KITB sebetulnya suatu kawasan yang sudah dirancang dan ada di dalam RT/RW provinsi dan kabupaten," terang Bupati Alfedri.
"Dan juga kawasan pelabuhan ini sudah masuk dalam rencana induk kepelabuhanan dari Kementerian Perhubungan. Ke depan Buton ini akan menjadi kawasan pertumbuhan baru yang mandiri, tidak merupakan pengembangan dari kawasan ibu kota Kecamatan Sungai Apit," ujarnya. (Advertorial Pemkab Siak)
Listrik Indonesia

