PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Untuk mengembangkan pariwisata yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir Jumat, 18 Maret 2016 Wakil Ketua DPRD beserta Komisi IV DPRD Inhil mengunjungi DPRD Riau untuk berkoordinasi sekaligus konsultasi mengenai pengembangan pariwisata diwilayahnya.
Rombongan DPRD Inhil disambut oleh Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman dan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau Raja Fahmizal Usman diruangan pimpinan DPRD Riau.
Dari pertemuan tersebut Wakil ketua DPRD Inhil Mariyanto mengatakan APBD Inhil tahun 2016 ini mencapai 2 Triliyun lebih namun anggaran untuk pariwisata hanya 1 milyar itupun untuk satu objek wisata.
Dari keterangan Mariyanto ada beberapa kawasan pariwisata dan event yang menjadi perhatian pemerintah yakni Pantai Solop, Even Gema Muharram, dan Makam Syeh Abdurrahman Sidiq.
"Kabupaten Inhil banyak objek pariwisata namun banyak yang tidak diakomodir dengan baik. Untuk itu kami dari DPRD kabupaten mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan pariwisata yang ada. Alhamdulillah pertemuan kali ini ada titik temu sehingga nantinya kami akan membuat kesepakatan dengan pemerintah kabupaten."Ungkap Mariyanto.
Mariyanto juga mengatakan di Inhil ada beberapa objek yakni pantai solop dimana tidak kalah dengan pantai lain namun belum pernah digarap secara optimal oleh pemerintah dan kedua ada even Gema Muharram yang ada setiap tahun dimana ada 31.000-33.000 pengunjung dan ada wisata religi Syehk Abdurrahman Sidiq yang belum tergarap secara maksimal.
"Kita menggangarkan cukup banyak saat ini minimal dibutuhkan untuk setiap tahun sekitar Rp10 miliar dan saat ini hanya 1 miliar yang dianggarkan itupun untuk gelaran haul Syehk Abdurahman Sidik," Lanjutnya.
Sementara menyikapi dengan permasalahan HKI (hak kekayaan intelektual) menyangkut karya asli Inhil Mariyanto menyikapinya dengan antusias dimana banyak para seniman yang ada di Inhil dan akan melakukan koordinasi secepatnya untuk mengumpulkan data HKI.
Kadisparekraf Riau Fahmizal Usman dalam kesempatan itu mengungkapkan "Segala infrastrukur dan kebutuhan yang diperlukan untuk meningkatkan pariwisata untuk itu diperlukan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak dan SKPD seperti Dinas Bina Marga dan Cipta Karya untuk pembangunan jalan dan penginapan."Ungkapnya.
Kedepannya harus ada kolaborasi antar SKPD dan juga komunikasi antar kabupaten karena Saat ini Disparekraf Riau fokus ke promosi pantai solop.
Dalam kesempatan ini juga Fahmizal juga mengarahkan untuk lebih memperhatikan dan mengisi anjungan yang ada di MTQ dan kedepannya kalau bisa dianggarkan untuk bisa dimanfaatkan dan diaktifkan sehingga bisa memperindah anjungan dan kedepannya setiap minggu ada pergelaran disekitarnya.
Tidak hanya itu untuk memberikan rasa aman dalam berkarya seniman yang ada di Riau untuk dapat mengurus HAKI hal ini dilakukan agar setiap karya yang dihasilkan tidak dibajak dan lebih leluasa untuk bekerja.
Adanya kunjungan dari pemerintah daerah yakni dari DPRD Inhil mendapatkan apresiasi tinggi dari Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman mengatakan,
"Kedatangan mereka(DPRD Inhil, red) menyampaikan beberapa destinasi wisata yang belum tergali maksimal karena anggaran inhil untuk pariwisata sangat kecil. Dimana nantinya mereka berharap anggrana kita lebih besar untuk pengembangan pariwisata didaerahnya," Ungkap Noviwaldy
"Dengan adanya koordinasi dengan kita sehingga bisa bersinergi nantinya dalam pembangunan didaerah.
Terkait dengan adanya kepala dinas kabupaten kota yang tidak mau bersinergi dengan Dinas Pariwisata Riau Noviwaldy menyayangkan hal tersebut.
"Kita sangat menyayangkan kalau ada kepala Dinas Pariwisata kabupaten kota kita yang tidak mau berkordinasi. Karena pariwisata sendiri dimiliki oleh kabupaten kota sementara provinsi lebih kepada penyiapan infrastruktur dan promosi. Saat ini kita mulai fokus untuk perbaikan infrastruktur dibeberapa destinasi wisata." (R06)
Listrik Indonesia

