10 Tahun Pimpin Pekanbaru, Firdaus: Pekanbaru Kota Metropolitan Sudah Tercapai, Soal Madani, Ini Penjelasannya...

10 Tahun Pimpin Pekanbaru, Firdaus: Pekanbaru Kota Metropolitan Sudah Tercapai, Soal Madani, Ini Penjelasannya...
Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Wali Kota Pekanbaru DR Firdaus ST, MT panjang lebar menyampaikan curahan hatinya terkait perjalanan selama hampir 10 tahun memimpin Kota Pekanbaru.

Itu disampaikannya dalam silaturahmi bersama kalangan jurnalis yang dilaksanakan di Lantai 6 Kantor Wali Kota di Bandar Raya Tenayan. 

Wali Kota menjelaskan, baik Pekanbaru Kota Metropolitan Madani maupun Smart City bukanlah program, melainkan adalah visi dan pemerintah kota. 

Selama dua periode memimpin, dimana pada periode pertama dengan visi Pekanbaru Kota Metropolitan, dikatakan Firdaus, sejauh ini sudah tercapai. 

Firdaus menggambarkan, pertumbuhan Pekanbaru sebagai kota Metropolitan ditandai dengan jumlah penduduknya yang terus bertumbuh dan kini sudah mencapai 1,2 juta jiwa.

''Dulu, di tahun 2012, di awal kami memimpin, penduduk Pekanbaru baru sebanyak 700-an ribu jiwa. Waktu itu Pekanbaru masih berstatus Kota Besar. Di tahun 2016, menjelang akhir periode pertama Firdaus-Ayat, penduduk Pekanbaru sudah di atas 1 juta,'' kata Firdaus. 

Entitas Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan, disebutkan Firdaus, tidak hanya diukur dari pertambahan Pekanbaru sebagai sebuah kota mandiri saja. Namun juga dalam kaitannya dengan pertumbuhan kawasan di sekitarnya. ''Jadi, Pekanbaru tidak tumbuh sendiri. Ada banyak kota-kota lain di sekitarnya yang juga menyokong pertumbuhan tersebut. Itulah, yang dikatakan Firdaus sebagai kawasan Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan).

Bila di hitung berdasarkan jumlah populasinya, saat ini, Penduduk Pekansikawan sudah sebanyak 2,3 juta jiwa. 

Karena itulah, disebut  dengan Metropolitan Pekansikawan. 

Firdaus juga menjelaskan, tidak ada kota-kota besar yang tumbuh sendiri. Dia mencontohkan Jabodetabekpunjur (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Puncak dan Cianjur).

Pola pengembangan Metropolitan Pekansikawan juga mirip dengan apa yang dilakukan DKI Jakarta.

Lantas bagaimana dengan Visi Masyarakat yang Madani? Firdaus lantas menjelaskan, kalau untuk masyarakat madani itu, ada sejumlah indikator yang dijadikan tolak ukur.

''Kami menggambarkannya seperti sebuah segitiga prisma, pertama hablumminanas (hubungan sosial sesama manusia), hablumminal Alam (hubungan manusia dengan alam, pembangunan yang berkelanjutan. Bila kita mencintai alam, alam juga akan melindungi kita,'' kata dia. 

Ketiga, sebut Firdaus adalah ekonomi yang baik. ''Tapi itu belum cukup, ada lagi civil society serta hubungan dengan sang pencipta. Itulah yang dimaksud dengan msyarakat yang madani,'' papar Firdaus.

Apakah Masyarakat Madani ini sudah tercapai, Firdaus mengungkapkan kalau saat ini visi tersebut mngingat indikator yang ada tersebut, saat ini masih terus berproses. Jadi bukan cuma sosial saja, cinta alam saja, tapi juga hubungan dengan sang pencipta,'' kata dia. (R02)
 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional